UA-163642268-1

Panen Raya Melon di KTS Magetan, Keberhasilan Inovasi Budidaya Melon Brata dan Manika


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Kampung Tangguh Semeru (KTS) Desa Klagen Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Jawa Timur, melakukan panen raya melon jenis Brata dan Manika yang keempat kalinya. Panen Raya Melon yang berada di lahan Agribisnis Hortikultura Komoditas Melon Kampung Tangguh Semeru tersebut, mendapat apresiasi langsung dari orang nomor satu di Magetan, Bupati Dr. Drs. H. Suprawoto, SH. M.Si., didampingi Kepala Dinas TPHPKP Magetan Uswatul Khasanah, Camat Barat Yok Sujarwaji, Kepala Desa Klagen, beserta jajaran Forkopimca dan Gapoktan desa setempat. Rabu (17/3/2021).

 Bupati Magetan Suprawoto menyampaikan bahwa, Kabupaten Magetan memang perlu inovasi luar biasa seperti di Desa Klagen saat ini. Karena, yang awalnya tidak mungkin bisa ditanami buah melon, justru menuai keberhasilan dengan memanen melon untuk ke 4 kalinya.

“Saya yakin semua orang mampu untuk berinovasi, tergantung tekad kita bagaimana untuk terus mewujudkannya,” kata Kang Woto, sebutan akrab Bupati Magetan, Rabu (17/3).

Baca Juga :  Cepat Tanggap : Jembatan Antar Kecamatan Putus, Tim Gabungan Buat Jalan Darurat

Selain itu, Bupati Magetan juga memberikan apresiasi atas keberhasilan panen raya melon jenis brata tersebut. Menurutnya, dengan adanya inovasi yang dikontribusikan oleh Desa Klagen, jika ditularkan kepada semua masyarakat bakal mampu mengangkat roda perekonomian di Kabupaten Magetan, khususnya warga sekitar.

“Jika hal tersebut ditularkan kesemua masyarakat, mungkin setiap minggunya melon diarea sini dapat dipanen berkesninambungan. Sehingga suplai melon dimasyarakat bisa terkendali, dengan harga terjaga dan stok yang cukup. Dan para petani di Magetan dapat merasakan manfaat profesi petani melon lebih menjajikan jika ditekuni,” jelasnya.

Baca Juga :  Sambut Tahun Baru 2019, Kodim Magetan Laksanakan Sholat Dhuhur Berjamaah, Istighosah dan Doa Bersama

Sementara, Subandi sebagai pengelola lahan melon menjelaskan bahwa, ada 2 jenis melon yang di panen di lahan tersebut, diantaranya adalah melon jenis Barata dan Manika. “Untuk melon jenis Barata mempunyai kelebihan yakni lebih tahan lama, sedangkan jenis Manika memiliki rasa yang lebih manis,” jelasnya.

Dikatakan Subandi, tanaman melon di lahan seluas 3,5 Ha, dapat menghasilkan produktifitas 44,57 ton/ha atau mampu memproduksi 156 ton. Sedangkan untuk harga jual di tingkat petani berkisar Rp. 12.000,-/kg, dan hasil panen tersebut juga didistribusikan ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur.

Baca Juga :  6 Anggota Satlantas Polres Ngawi Dapat Reward

“Adapun kendala dilapangan dalam budidaya melon tersebut adalah hama penyakit Layu Fusarium. Namun, dengan adanya pendampingan penyuluh setempat, penyebaran penyakit dapat dikendalikan,” ungkap Subandi, Rabu (17/3).

Selain itu, lanjut Subandi menyampaikan, lahan yang digunakan untuk budidaya melon tersebut merupakan lahan bengkok Kades Klagen. Yang mana, sebelumnya ditanami tebu dan belum pernah ditanami padi sejak dahulu. Sebelum panen raya kali ini, pihaknya juga pernah menanam melon exclusive yaitu melon Golden Apollo.

“Saya berinovasi untuk merubah lahan ini yang awalnya tidak mungkin bisa ditanami melon, justru saat ini sudah 4 kali panen. Dan ini sangat luar biasa,” pungkasnya. (Redk)

 604 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!