UA-163642268-1

Pasca Gempa 6,7 SR Guncang Kab Malang, Forkopimda Jatim Dirikan Posko Bencana dan Dapur Lapangan


ARYA-MEDIA | MALANG – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Forkopimda Jatim, membuat Posko Bencana Gempa Bumi dan Dapur Lapangan di Kecamatan Ampel Gading Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021).

Rombongan Forkopimda Jatim dihadiri oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, Kepala BNPB, serta Sekda Provinsi Jatim, Asops Kodam V/Brawijaya, Asintel Kodam V/Brawijaya, Danrem 083 Baladhika Jaya, Karoops Polda Jatim, Dirintelkam Polda Jatim, Dirkrimum Polda Jatim, Kabidhumas Polda Jatim dan Dansat Brimob Polda Jatim.

Dari informasi yang dihimpun, selain membuat posko bencana alam dan dapur lapangan, jajaran Forkopimda Jatim Bersama Kepala BNPB, melakukan peninjauan Posko Bencana Alam dan Dapur Lapangan yang berada di Kabupaten Malang.

Baca Juga :  TPHPKP Magetan Sosialisasi Potensi Agribisnis Sebagai Unggulan Pedesaan Dengan Terobosan Persemaian Padi Sistem Dapog / Tray

Dandim Malang selaku Komandan Posko Lapangan (Poskolap) mengatakan, bahwa kesiapan Posko Lapangan Bencana Alam di Kecamatan Ampel Gading Kabupaten Malang, menyediakan makanan untuk 1500 orang untuk membantu korban pasca bencana gempa bumi. Selain itu, tenaga kesehatan dari Kodam dan Polda Jatim sudah tersedia di Poskolap.

“Personil yang mengawasi Poskolap merupakan gabungan dari personil Pemprov Jatim, TNI, Polri, Basarnas, BMKG, BPBD dan unsur terkait lainnya,” jelas Dandim Malang, Minggu (11/4).

Baca Juga :  Bupati Sidoarjo Apresiasi Gebyar Prestasi Keluarga Penerima Manfaat PKH 2019

Sementara itu, Kepala BNPB Pusat, Doni Monardo menyampaikan duka yang mendalam atas terjadinya bencana di jawa timur, yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian materil atas bencana gempa bumi.

“Penanganan bencana alam tidak bisa ditangani secara parsial atau sendiri sendiri, untuk itu BNPB memberikan bantuan penanganan bencana alam di wilayah Jawa Timur,” jelasnya.

Baca Juga :  Cabut Berkas : Dugaan Kasus Korupsi Bimtek Camat Dringu

Menurut Doni, peningkatan koordinasi sangat diperlukan khususnya di wilayah Jawa Timur, untuk mengurangi resiko bencana susulan. Yakni dengan melaksanakan rapat rutin yang melibatkan BMKG, Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya.

“Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi dengan memetakan keadaan rumah masing masing. Apakah tahan gempa atau tidak, apabila tidak tentunya harus ditambah penyangga seperti yang telah dirilis sebelumnya oleh BNPB,” pungkasnya. (Redk)

 521 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!