UA-163642268-1

Payah…!!! Fasilitas Parkir RSUD Lawang Semrawut


ARYA-MEDIA, Malang – Parkiran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lawang, yang beralamatkan di Jalan Kartini No. 05 Kelurahan Lawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, kurang adanya tempat lahan parkir bagi para pengunjung dan terkesan semrawut.

Pengunjung RSUD Lawang, khususnya sepeda motor hanya bisa parkir di area Rumah Sakit di atas pukul 14.00, hal itu dikarenakan lahan parkir tersebut hanya di khususkan untuk para pegawai RSUD saja.

pengunjung harus parkir di luar area Rumah Sakit di Trotoar jalan yang sebetulnya di prioritaskan untuk pejalan kaki, namun Trotoar tersebut digunakan sebagai lahan parkir sepeda motor ataupun mobil para pengunjung RSUD Lawang.

Baca Juga :  Satpol PP Magetan : Bakal Segel Karaoke Tanpa Ijin Yang Masih Beroperasi

Yang lebih memprihatinkan lagi, kondisi Trotoar rusak parah dan parkiran pun terkesan semrawut. Serta tidak adanya karcis namun bertarif Rp.2000,- tanpa menata ataupun kurangnya tanggung jawab parkiran tersebut.

Saat wartawan media mengklarifikasi di RSUD, dengan nada keras dan lantang security RSUD Lawang yang mengaku bernama Rahmat mengusir dan melarang untuk parkir di dalam, dan meminta untuk parkir di luar, dikarenakan ini hanya untuk pegawai RSUD Lawang saja. Kemudian wartawan media tersebut menuruti isyarat dari security tersebut.

RSUD adalah di bangun untuk pelayanan kesehatan rakyat, namun terkesan fasilitasnya hanya di pakai oleh pegawainya saja. ”parkir di luar saja, di dalam buat pegawai RSUD”, tegas Satpam.

Baca Juga :  Fenomena Alam, Sumur Mengeluarkan Gas Dan Api

Saat Humas RSUD Lawang berhasil di temui awak media menerangkan, ”Sampeankan kenal pak Siadi (Wakil Ketua Dewan), lah ini yang parkir dikelola Karang Taruna sini, sedikit pun pihak rumah sakit tidak ada tarikan, ini murni Karang Taruna RT sini”, terangnya.

“Pengunjung dari pagi hingga pukul 14.00 WIB tidak boleh parkir di dalam, alasannya adalah tempat parkir yang kurang memadai, dan parkiran sering kali di kontrol pihak Dishub”, tegas Humas.

Dengan menggunakan Vasum trotoar semestinya di gunakan pengguna jalan kaki, namun terganggu dengan sederetan motor parkir. Dan lagi lagi hak pejaln kaki terabaikan.

Baca Juga :  4 Kali Sebulan, Korban Tewas Akibat Jebakan Tikus Beraliran Listrik

”Jadi pada saat itu Pak Siadi (Wakil Ketua Dewan) Kabupaten Malang dan Pak Direktur ada kesepakatan untuk pekerjaan Karang Taruna di sini. Awal mulanya dari situ, melalui RT dan RW sudah, guna menjamin keamanan di sini, karena kita juga melihat masyarakat yang ada di sini, kembali ke kemanusiaan dan urusan perut, dan saya sarankan supaya dilaporkan juga ke Dishub,” pungkas humas

Dengan tarif 2000 bea parkir, terindikasi pungutan yang dilakukan teroganisir karena tidak ada karcis resteibusi, sesuai info sering di surve Dishub Kab. Malang.

Hingga berita ini diturunkan (19/01/2019) parkir masih beroperasional di trotoar. ( Pi/red/bersambung)

 2,534 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!