Pelaku Dan Bandar Narkoba Selama 2 Tahun Tidak Teredus, Berhasil Diringkus Polisi


Ngawi, Arya Media – Dari pengembangan dan penangkapan AG (39 th) warga Desa Ketanggi, Kecamatan Ngawi dan YT (30 th) warga Desa Gerih, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi. Satreskoba Polres Ngawi ringkus HT 40 th (Bandar/Pemasok SS) warga JL. Panjaitan No.03, Rt/02 Rw/014 Desa Jururejo, Kabupaten Ngawi, pada hari Rabu (7/03/2018) sekitar pukul 12.30 di pinggir jalan Panjaitan masuk dusun Padas Desa Jururejo – Kabupaten Ngawi.

Barang bukti yang di sita 6 bungkus kertas grenjeng warna silfer yang di dalamnya berisikan plastik warna putih terisikan serbuk kristal warna putih yang di duga Narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu, dengan total berat kotor ± 1,93 gram dengan rincian rata-rata 0,22 -0,24 gram/plastik isi sabu-sabu.

Baca Juga :  Pemkab Menggelar Acara Puncak BBGRM ke-47 di Desa Kersikan Ngawi

Pada hari Jum’at (16/03/2018) pukul 14.00 wib, Kasat Resnarkoba Polres Ngawi AKP Mochamad Mukid, SH melakukan Press Reallis pada awak media Cetak dan Elektronik. “Siang hari ini saya sampaikan Pres Reallis penangkapan AG dengan barang bukti (BB) satu paket sabu- sabu , degan penangkapan AG, dan ternyata AG bukan bandar tapi pengantar/pemakai / peluncur. Dari hasil pengembangan AG bisa kita tangkap bandar sabu-sabu berinisial HT yang menekuni narkotika selama 2 th tanpa tersentuh, berkat kegigihan Satnarkoba Polres Ngawi yang di dukung partisipasi masyarakat dan fungsi yang lain, HT bisa tertangkap”, ungkapnya.

“Dari tangan pelaku HT bisa diamankan barang bukti 6 paket SS, dari pengakuan pelaku, sabu-sabu di pesan dari wilayah jawa tengah melalui telpon, baru SS di antar kurir sesuai waktu dan jadwal yang di tentukan, kurir mengantar ke jembatan, gor, terminal sesuai rencana yang berubah-ubah ( Waktu.tempat.red)”, terang AKP Mochamad Mukid.

Baca Juga :  Warung Tepo Di Desa Baron Magetan, Ludes Dilalap Si Jago Merah

Bahkan saat penangkapan, kemarin transaksi di lakukan malam hari, menurut keterangan HT, narkotika golongan I jenis sabu-sabu tersebut dibeli Rp 1.350/gram oleh HT di pecah 5 paket, satu (1) paket Rp 400 ribu, Ht menerangkan kalau dia meraup untung 1 gram seharga Rp 650, plus ambil sedikit untuk di pakai sendiri.

Pengambilan berfariasi sesuai keuangan, dari dua tahun sudah banyak ons SS yang beredar di Ngawi, berkat sinergitas satnarkoba maka bisa meringkus sekaligus bandar HT.

Baca Juga :  Sambut Hari Jadi Kabupaten Ngawi Ke-661, Pemkab Lakukan Ritual "Jamasan"

“Kami dengan pak KBO dan anggota yang lain akan kerja sama dengan polres di Jawa Tengah dan kita sudah kasih data dan informasi. Sambil kita dalami dan awasi karena pemberantasan narkoba tidak semudah membalikan telapak tangan, kita harus tlaten dan tidak boleh putus asa“, tegas Kasat Resnarkoba .

Akibat perbuatannya, tersangka kini mendekam di ruang tahanan Polres Ngawi guna pengembangan kasus peredaran narkoba di wilayah hukum Ngawi, dan proses hukum lebih lanjut. Para pelakuh dijerat pasal 112 dan/atau pasal 131 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman pidana penjara maksimal delapan tahun. (BB/Ops/Redk)

 296 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!