Pemandangan Menarik Di Desa Jeruk, Dengan Sampah Yang Menumpuk.



Magetan, Arya Media – Desa Jeruk, kecamatan kartoharjo, mengeluh pada Pemerintahan Kabupaten Magetan, dengan adanya problem yang dialaminya saat ini, yaitu Aliran sungai yang melintasi Desa Jeruk, berubah menjadi tumpukan sampah, (16/12/2017).

Dengan datangnya masalah sampah ini, bisa menimbulkan masalah baru, yaitu dapat memgakibatkan banjir apabila tidak segera diatasi. Apalagi sekarang ini saatnya musim penghujan, yang ditakutkan bakal terjadi banjir seperti kemarin yang terjadi di Magetan.

Kepala Desa Jeruk, (Joko) mengaku kwalahan untuk menghimbau pada masyarakat, agar tidak membuang sampah di sungai, namun apa daya kepala Desa, hanya bisa memperingati warganya. Itupun sudah pernah dilakukan pembersihan secara gotong-royong dengan warga Desa tentunya.

Baca Juga :  Heboh.... Bimtek Diduga Melanggar Aturan, Ditanggapi Bupati Dan Dispermasdes Kabupaten Magetan

“Pernah  saya melapor pihak kecamatan, dan menghimbau masyatakat jeruk khususnya, namun sungai ini milik propinsi dan mengalir tidak hanya di Desa Jeruk saja, jadi tidak menutup kemungkinan warga Desa lain juga ikut menyebabkan bertumpuknya sampah, sebab sungai yang melintasi Desa ini sebagai pintu terhakir di Kecamatan Barat – Kartoharjo”, Ungkap joko.

“Harapan saya dari Pemerintah, bisa meneruskan keluhan kami ini, supaya ada petugas kebersihan untuk sungai atau berikan sangsi pada orang yang buang sampah sembarangan”,  imbuh Kepala Desa.

Baca Juga :  Optimis, Target Kursi Parlemen Dari PDIP Magetan Bakal Bertambah

Sutrisno, seorang warga Desa Jeruk  mengaku, bahwa sampah itu menumpuk dengan panjang hingga 2 meter, membuat ketidak nyamanan untuk lingkungan, bawasannya baunya bisa  mengganggu pernafasan, partisipasi warga juga perna kerja bakti untuk membersihkan bersama. Mudah-mudahan dengan adanya laporan ini, untuk segera tertanggani oleh petugas, tentu sesuai bidangnya”, keluhan warga yang tinggal dekat sungai.

“Memang sampah ini, membuat dampak yang buruk untuk semua, bila mana menumpuk sampah tersebut juga tidak baik untuk kesehatan”, tutur Sutrisno.

Baca Juga :  Waslakgiat Kodam V Brawijaya Pantau RTLH Wilayah Bojonegoro

Setelah dikonfirmasi ke Dinas PUPR bidang SDA, melalui pesan whatsap, Yuli Karyawan Iswahyudi, ST mengatakan, “Semua butuh kerjasama dan kesadaran masyarakat, karena saluran tersebut berfungsi sebagai saluran irigasi bukan tempat sampah”, ungkapnya.

“Memang betul saluran tersebut menjadi kewenangam Propinsi, dan silahkan dilanjut dan koordinasi dengan UPT, SDA bagian Propinsi, Jatim di Madiun, untuk mengklarifikasinya”, tutupnya, (Red).

 1,923 total views,  9 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!