Pembangunan Waduk Tukul Pacitan Diperkirakan Selesai Tahun Depan


ARYA MEDIA, Pacitan – Dalam pertengahan tahun depan pembangunan Waduk Tukul di Desa Karangede, Arjosari diperkirakan selesai. Perkiraan pada Tahun 2019 tersebut disampaikan Menteri Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono ketika mengunjungi proyek tersebut, Jum’at (30/3/2018).

“Progres pembangunannya telah mencapai 64 persen dengan schedule normal,” katanya.

Catatan sesuai jadwal normal, disampaikan menteri dengan mempertimbangkan berbagai hal. Salah satunya dan patut diwaspadai selama proses pembangunan waduk adalah tanah longsor. Karena pekan depan pihak kementerian akan mengirimkan para ahli yang berkompeten dalam hal pengendalian dan pencegahan bencana alam yang satu itu.

Baca Juga :  Gerbong Mutasi Pemkab Magetan : Bupati Suprawoto Melantik 5 Pejabat Tinggi Pratama dan 26 Pejabat Administrator

Terkait longsoran dari Bukit Parangan yang materialnya memenuhi aliran sungai Brongkah dan memicu banjir setiap kali musim penghujan, pihak kementerian akan membangun sejumlah sabo dam. Tujuannya agar material longsoran dapat tersaring, sehingga tidak memenuhi dan memicu pendangkalan aliran sungai. Teknik ini pernah diterapkan pada sungai yang dilalui pasir vulkanis Gunung Merapi, Yogyakarta.

Baca Juga :  Pelaku Penodongan Yang Ditangkap Polisi, Merupakan Perampok Spesialis Penggembos Ban Mobil

“Kita akan segera desain untuk itu (Sabo Dam) dan kita punya ahlinya. Supaya tidak membikin dangkal sungai, kita coba (pelaksanaannya,Red) tahun ini, bila ada sisa tender tahun 2018, karena yang dibangun tidak hanya satu,” ungkap menteri.

Waduk Tukul yang mulai dikerjakan tahun 2015 dari kontrak pada tahun 2014, kapasitasnya mencapai sembilan juta meter kubik. Air bendungan digunakan untuk irigasi, sumber air baku, dan upaya pengendalian banjir. Karena sungai yang dibendung merupakan anak Sungai Grindulu.

Baca Juga :  Terkait APBDes Yang Begitu Besar, Banyak Kades Keluhkan SDM Tidak Paham ITE

Pada kesempatan itu, Bupati Pacitan Indartato juga menyampaikan bahwa Pemkab mengusulkan pembangunan waduk serupa berlokasi di Dusun Wadah, Desa Klepu, Sudimoro. Usulan tersebut disampaikan kepada pihak kementerian setelah masyarakat setempat mau menerima keberadaan bendungan. “Karena sebelumnya warga sempat melakukan penolakan, fungsinya sama dengan waduk Tukul,” terangnya.

Selain mendatangi proyek waduk Tukul, Menteri PUPR juga menyempatkan diri meninjau akses jalan menuju pelabuhan niaga dari ruas Jalan lintas Selatan. (Sus/Ops).

 1,078 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!