Pembelian Lahan Badan Jalan, Direksi PT. Satwiga Mustika Naga Terindikasi Timbulkan Masalah Baru


Ngawi, Arya Media – Pasca amblesnya badan jalan penghubung Desa Watualang-Desa Pitu, Kebupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat ( 19/01/2018 ) yang di identifikasi pengawas kegiatan, sebagai dampak pergeseran badan jalan kurang lebih 3 meter yang di proyeksikan kegiatan berada di tanah bekas rawa, tanah jenuh.

Akhirnya PT.Satwiga Mustika Naga, rekanan yang bertanggung jawab adanya Bencana Kontruksi, lakukan pembenahan di lokasi kegiatan di karenakan masih dalam proses perawatan hingga Juli 2018, Senin ( 29/01/2018 ).

Dari pemantauan oleh Komunitas Warga Peduli Ngawi, tidak menemukan aktifitas pekerja di lokasi amblesnya badan jalan. “Saya hanya kawatir, jika tidak terpantau pembenahan akan asal-asalan, karena proyek ini didanai APBD ngawi milyaran rupiah dan itu adalah uang rakyat. Minimal kami bisa membuktikan komitmen konsultan pengawas, PPK dan rekanan di saat sidak DPRD Ngawi komisi IV kemarin”, ujar Aris . Sekertaris Kowpling.

Baca Juga :  Waspada, Bahaya Virus Difteri Serang Kabupaten Madiun

Namun sayang, komitmen baik dari direksi PT. Satwiga Mustika Naga, Hj Djuwariah diindikasi bakal menimbulkan permasalah baru, karena dengan secara pribadi, membeli lahan kanan kiri samping badan jembatan yang ambles untuk membuat trapesium, atau penguat di luar badan jalan, dengan harapan tidak terjadi lagi pergeseran badan jalan pra perawatan jalan dan jembatan.

Dari hasil investigasi dari warga oleh media bahwa, pembelian lahan / sawah samping badan jalan watualang – pitu, sebelah timur 10 meter dan barat badan jalan 15 meter dengan panjang di perkirakan 150 meter yang telah di adakan pembayaran awal ( DP ) bervariatif berkisar Rp 5-22 juta dengan estimasi harga Rp 100 ribu / meter. Dan diduga transaksi dilakukan di bawah tangan tanpa ada pemberitahuan di kantor Desa Pitu (Lokasi kegiatan Red ).

Baca Juga :  Naas...!! Seorang Kakek di Magetan Tewas Terkepung Kobaran Api

“Ganti rugi ini lebih mahal Rp 1000/meter, dulu Rp 99 .000 / meter “ , Ungkap Anis warga desa Pitu yang terdampak dua kali dari proyek jalan jembatan Watualang-Pitu.

Warga dusun Pelem cili desa Pitu, Suparmin selaku Pemilik lahan mengatakan, “Saya sudah menerima DP dari pelaksana jembatan (PT. Satwiga Mustika Naga) yang sebelah timur Rp 5 juta dan yang barat jalan Rp 22 juta. Dan rencananya tanggal 10/02/2018 kekuranganya akan di lunasi, masalah ganti rugi ini tidak saya laporkan desa karena kesepakatan transaksi dengan pelaksana juga tidak di kantor desa, tapi di pinggir jalan sama suami saya”. Ungkap Suparmin.

Baca Juga :  Ketua DPRD Mojokerto : Minta Gubernur Jatim Tangani Polemik Galian C

Lain halnya yang di tuturkan Joko Susilo (Sekdes Pitu), “memang benar, selama ini pihak Desa tidak mengetahui terkait ganti rugi atau pembelian tanah warga kami, pasca amblesnya jembatan yang di lakukan PT. Satwiga Mustika Naga dengan warga. Bahkan Kepala Desa sempat marah karena tidak ada konfirmasi ke kantor desa, harapan saya Kontraktor (Rekanan) secepatnya memberitahukan / melaporkan ke desa, karena secara adminitrasi harus ada perubahan di buku Desa. Perlu di garis bawahi, jual beli atau ganti rugi tanah sawah warga, harus melibatkan Notaris karena pembeliannya di peruntukan untuk penanganan proyek nasional. Alasannya saya tidak ingin terjadi permasalahan pasca perawatan jalan kelak“, pungkasnya. (BB/redk)

 1,454 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!