google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

Pembinaan Anggota TNI Sebagai Antisipasi Balatkom dan Radikalme


ARYA-MEDIA | Magetan – Guna Mengantisipasi adanya Bahaya Latent Komunis (Balatkom) dan Paham Radikal, Kodim 0804/ Magetan menggelar kegiatan pembinaan dengan tema Waspada Komunisme dan Radikal Demi Keselematan NKRI. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Makodim Magetan, pada Selasa (10/11/2020).

Acara dihadiri oleh Kasdim Kasdim 0804/Magetan Mayor Inf Edy Sunarko, S.Sos., Pa Staf Kodim 0804/Magetan, Danramil Jajaran Kodim 0804/Magetan,  Anggota TNI dan PNS Kodim 0804/Magetan, dan segenap  Anggota Persit Kodim 0804/Magetan.

Kasdim 0804/Magetan, Inf Edy Sunarko, mengatakan, komunis dan faham radikalisme sangat berbahaya sebagai ancaman bagi NKRI. Karena itu, semua warga negara harus berupaya mencegah dan melawannya.

“Kita sebagai anggota TNI harus turut serta melawan bahaya laten komunis dan faham radikalisme yang berusaha merongrong Pancasila dan membahayakan NKRI,” ujarnya.

Selain itu, Kasdim Magetan mengingatkan kepada seluruh anggota untuk selalu waspada terhadap susupan pihak tertentu yang terus berupaya mengganggu keutuhan NKRI. Seluruh Anggota harus selalu aktif memantau jika menemukan ada indikasi kelompok tertentu yang berupaya merongrong keutuhan NKRI, karena sampai sekarang selalu ada pihak tertentu yang terus berupaya menyebarkan komunis dan faham radikalisme.

“Kita harus waspada jika menemukan yang demikian, harus ambil langkah yang tepat dalam mengamankan dan menjaga keselamatan bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman,” ungkap Inf Edy Sunarko.

Sementara itu, materi Antisipasi Bahaya laten komunisme digambarkan kepada Pahlawan Nasional asal Magetan yaitu Gubenur Suryo, yang dengan gagah berani pada masa kepemimpinannya dalam memimpin perang melawan penjajah. Gubenur Suryo meninggal dalam peperangan sebagai korban kebiadaban PKI pada waktu itu, kemudia dimakamkan di Jalan Salak Magetan.

“Komponen radikalisme adalah aliran radikal dalam politik yang menginginkan perubahan sosial politik secara deraktis. Sikap ekstrip dalam menghendaki perubahan sistem di masyarakat yang dilakukan tindakan ekstrim seseorang atas kelompok orang yang cenderung dengan kekerasan dengan mengatasnamakan agama,” jelasnya. (RWY/Ren)

 1,654 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!