google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

Pembinaan dan Pelatihan Ketrampilan Bagi Calon Penerima Bantuan Ternak Sapi PO


ARYA-MEDIA | Ngawi – Dinas Pertanian Ngawi Jawa Timur, melakukan sosialisasi Pembinaan dan Pelatihan Ketrampilan Bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat Kabupaten Ngawi. Acara tersebut dihadiri oleh anggota kelompok tani peternak “TAWANGSARI” yang berada di Desa Tawangrejo Kecamatan Ngrambe, sebagai calon penerima bantuan sapi sejumlah 15 ekor. Kamis (30/7/2020).

Adapun sebagai pendamping di lapangan, yakni perangkat desa dan petugas penyuluh dari desa setempat, serta beberapa jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi yang dihadiri oleh Kepala Bidang Budidaya Peternakan, Kasi produksi ternak, Kasi perbibitan dan pakan ternak,  dan kasi usaha tani peternakan beserta para staf.

Tujuan kegiatan memberikan stimulant kepada kelompok tani peternak itu, untuk mengembangkan sapi local PO (Peranakan Ongole), dalam rangka mendukung program pemerintah swasembada daging, serta melestarikan sapi local di Indonesia. Anggaran tersebut, berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2020.

“Dengan bantuan bibit ternak ini, supaya dapat dikembangkan dan bisa menjadi sumber bibit di Kecamatan Ngrambe khususnya,”ujar Indah Alasta Dewi, S.Pt., Selaku Kabid Budidaya Peternakan Dinas Pertanian Ngawi, Kamis (30/7).

Indah berharap, para kelompok ternak sapi dapat memelihara ternak tersebut dengan baik. sehingga kelak dapat berkembang biak dengan baik sebagai bibit unggulan. “Bantuan bibit ternak sapi PO yang diberikan, tidak boleh diperjual belikan tanpa alasan yang dibenarkan. Semuanya wajib dipelihara dan dikembangkan secara besar-besaran demi kemakmuran seluruh anggota kelompok,” terangnya.

Selain itu, pengelolaan ternak bantuan, sepenuhnya menjadi tanggung jawab kelompok penerima bantuan. Harapannya, jika ternak sudah berkembang biak bisa dilakukan berguliran kepada anggota kelompok lain yang belum menerima bantuan ternak sapi, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat oleh kelompok dan ditandatangani oleh semua anggota kelompok penerima bantuan ternak.

“Segala sesuatu yang berkaitan dengan keluar masuk dan perkembangan ternak sapi bantuan dituangkan di dalam pembukuan kelompok yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Indah kepada Arya Media, (30/7).

Sementara, laporan perkembangan ternak bantuan tersebut dibuat oleh kelompok masing-masing setiap 3 bulan sekali. :Laporan harus dikirimkan ke Dinas Pertanian sebagai bentuk pelaporan dan monitoring perkembangan bantuan ternak,” pungkasnya. (Endik/Adv)

 1,394 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!