UA-163642268-1

Pembuatan KTP Selama 6 Bulan, Tak Sebanding Dengan Komitmen Disdukcapil Magetan


ARYA-MEDIA, Magetan – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disddukcapil) Kab. Magetan, yang bertekad untuk memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan menomorsatukan kepuasan masyarakat, masih perlu dipertimbangkan. Pasalnya, ada seorang pemohon warga Magetan yang ingin membuat KTP, harus rela menunggu proses pembuatannya dengan waktu enam (6) bulan lamanya.

Hal itu berbanding terbalik dengan komitmen Disdukcapil yang menyatakan pelayanan cepat, karena kenyataannya ada warga masyarakat harus menempuh waktu berbulan-bulan hanya untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain dengan antrian yang cukup panjang, mereka (warga red) harus rela menghabiskan waktunya untuk mondar mandir ke kantor Dikdukcapil dengan harapan yang tidak pasti.

“Selain antrian yang panjang dan sangat melelahkan, KTP saya hingga saat ini masih belum jadi, dan ini sudah berjalan enam bulan mas,” kata Maya, warga MT. Hariyono, Kec/Kab Magetan, Rabu (26/6/2019).

Baca Juga :  Dampak Covid-19 : Selain Bantuan Langsung Tunai, Pemerintah Berikan BST

Selain itu, pemohon tersebut harus bolak balik ke Disdukcapil hanya untuk memastikan, apakah sudah jadi atau belum. “Besok harus balik lagi mas, karena hari ini tadi alasan petugasnya alatnya sedang rusak,” ungkap Maya kepada Arya Media usai menanyakan kepastian KTPnya di kantor Disdukcapil Kab. Magetan.

Saat dikonfirmasi Kepala Disdukcapil Hermawan melalui Andik selaku Sekertaris Disdukcapil Kab. Magetan menjelaskan, bahwa terkait lama tidaknya dalam pembuatan KTP banyak masalah teknis yang harus ditelusuri terlebih dulu, bisa dari blangko atau server NIK nya hanya eror tapi bukan rusak.

Baca Juga :  Akibat Kebakaran, Atap Rumah Warga Pitu Hancur Lebur

“Selain kekosongan blangko menjadi masalah utama, ada juga kendala server NIK dari pusat yang sering eror. Jadi, kalo data semuanya lengkap, dan blangko serta server pusat normal maka hanya membutuhkan 15 menit saja untuk membuat KTP,” terang Andik, Rabu (26/6).

Andik menegaskan, kejadian tersebut hanya kesalahpahaman pemohon yang tidak mengerti kendala teknis yang sering dialami dinas instansinya, karena pihaknya selalu mengutamakan pelayanan yaitu memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan menomorsatukan kepuasan masyarakat.

Baca Juga :  Aparat TNI/Polri Kabupaten Madiun, Mengamankan Dua Rombongan Bus Dugaan Kegiatan People Power

“Mungkin pemohon hanya salah paham saja, dan apabila memang kejadian itu murni kesalahan petugas Disdukcapil kami siap memberikan sanksi kepada petugas yang bersangkutan. Karena Pak Kadin selalu menekankan, kalau ada petugas yang tidak berkompeten akan diberikan sanksi berat yaitu diganti dengan petugas yang baru,” jelasnya. (ren)

 1,570 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!