Pemerintah Setujui Pemulangan Santri Malaysia di Temboro Magetan


ARYA-MEDIA, Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, menyetujui dan sepakat atas permintaan Kedubes Malaysia untuk memulangkan Santri yang belajar di Pondok Pesantren (Pompes) Al Fatah Temboro. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Sabtu (25/04/2020).

Rapat tersebut dihadiri Bupati Magetan, Sekda Prov Jatim, perwakilan Pondok pesantren Al Fatah Temboro, serta perwakilan Kedutaan Besar Malaysia. Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekdap Provinsi Jatim, juga memutuskan teknis kepulangan santri Malaysia yang masih berada di Ponpes Temboro, Kecamatan Karas Kabupaten Magetan.

Upaya pemerintah Malaysia untuk membawa pulang sejumlah santri yang masih bertahan di Ponpes Temboro semakin di matangkan. Hal ini terungkap dari pernyataan Bupati Suprawoto dihadapan sejumlah media saat memberi keterangan pers sesaat setelah rapat evaluasi perkembangan penanganan Covid19 di Magetan.

Foto : Suasana Rapat di Gedung Grahadi Surabya. (Humpro Magetan)

“Siang ini (setelah rapat red), saya akan langsung ke Surabaya memenuhi undangan kedutaan Malaysia untuk membahas terkait rencana kepulangan santri Malaysia yang dari hasil testnya dinyatakan negatif,” kata Bupati Magetan, Dr. Drs. H. Suprawoto, SH., M.Si., mantan Sekjen Kominfo RI, Sabtu (25/04).

Diketahui bahwa, saat ini, banyak santri asal Malaysia yang masih bertahan di Pondok Al Fatah ,Temboro. Mereka tidak ikut kembali ke Malaysia yang biasa dilaksanakan setiap tahun di awal Bulan Ramadhan. Namun, Pemerintah Malaysia menghendaki Santri yang masih tertinggal ditemboro bisa kembali ke Malaysia.

“Beberapa santri yang masih bertahan di pondok, dan sudah dinyatakan Negatif dari Covid 19, maka itulah yang akan di pulangkan dulu ke Malaysia. Terkait bagaimana teknik kepulangan, pengamanan dan juga masalah keimigrasian serta lainya hari ini telah diputuskan, melalui rapat antara Kedutaan besar Malaysaia, bersama Pemkab Magetan dan Pemerintah Propinsi melalui Gugus Covid 19,” terang Bupati Magetan.

Bupati Suprawoto menjelaskan, sesuai rencana Santri akan dipulangkan pada Senin, 27 April 2020, melalui Bandara Juanda Surabaya dengan Pesawat Khusus yang disiapkan oleh Pemerintah Malaysia. Sebanyak 156 santri dari jumlah total 164 santri yang diperbolehkan pulang, akan diangkut dengan 10 Bus dengan penerapan Protokol Kesehatan.

“Masing-masing bus hanya diisi 15 orang, sedangkan 6 orang santri yang tersisa, masih dilakukan Isolasi sambil menunggu perkembangan lebih lanjut,” jelasnya.

Disamping itu, meskipun beberapa waktu lalu para santri telah melaksanakan Rapid Test di Magetan, sesampinya di bandara Juanda akan menjalani Rapid Test kembali oleh balai karantina Surabya. “Semua itu untuk memastikan bahwa kondisi mereka aman dari Virus Corona. Dan sesampainya di Malaysia, mereka juga akan menjalani karantina ditempat yang telah ditentukan oleh pemerintah Malaysia,” tutup Bupati Magetan. (Ren/Hms)

 12,279 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!