UA-163642268-1

Pemkab Madiun Gelar Pelatihan Pengolahan Kakao Kepada Poktan Gondo Arum


ARYA-MEDIA, Madiun – Dinas Pertanian dan Perikanan kabupaten Madiun, menyelenggarakan kegiatan pendampingan, pelatihan pengolahan kakao pada kelompok tani (Poktan) Gondo Arum di Desa Kare, kecamatan Kare, Kab. Madiun, Selasa (26/3/2019).

Kegiatan yang bersumber dana P APBD Kab. Madiun tahun anggaran 2018, Dinas Pertanian dan Perikanan Kab. Madiun bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada, melakukan pelatihan pengelolahan kakao dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani kakao khususnya anggota kelompok tani Gondo Arum di Desa Kare.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan kabupaten Madiun, Plt Ir.Edy Bintardjo, M.TP yang diwakili Kabid Perkebunan Ir.Muhammad Yasin, M.Si mengatakan, bahwa kabupaten Madiun termasuk salah satu sentra produksi kakao di Jawa Timur dan penghasil terbesar kakao di kabupaten Madiun berada di kecamatan Kare dan kecamatan Gemarang.

Baca Juga :  Diduga Sopir Mengantuk, Truck Bermuatan Batu Terguling Dan Terbalik

“Pemerintah Daerah Kab Madiun beruraha mendorong petani kakao untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dibidang pengolahan paska panen, utamanya pengolahan dari biji kakao menjadi olahan coklat. Mengingat selama ini petani menjual dalam betuk biji dan Kabupaten Madiun merupakan pemasok 60 – 70 % kebutuhan biji coklat di kampung coklat Blitar,” kata M. Yasin, Selasa (26/3).

Baca Juga :  Inspeksi Hasil Karya Prajurit TMMD 102 Oleh Kades Wedusan

Yasin menjelaskan, pendampingan pelatihan pengolahan biji kakao tersebut, bersifat berjelanjutan dan saat ini masih berjalan. Dari hasil beberapa bulan dibuktikan bahwa pengolahan biji kakao menjadi produk olahan coklat, memberikan nilai tambah yang signifikan yang mencapai 1000 kali, dibanding dengan dijual dalam bentuk biji kakao.

“Harga biji kakao selama ini, kisaran antara Rp 25.000,- sampai Rp 30.000. Tentunya dapat meningkatkan penghasilan anggota kelompok tani Gondo Arum dan berdampak pada peningkatan taraf hidupnya,” jelasnya kepada Arya-Media.

Baca Juga :  Breaking News : 2 Pasien Positip Covid-19 di Magetan Sembuh

Diketahui, Desa Kare merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Madiun dengan Nonko Ijo dan air terjun Dung Malem. Dengan adanya produk olahan coklat di desa tersebut, akan memberikan dampak pada sektor pariwisata, begitu juga sebaliknya. (up/ren)

 2,094 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!