UA-163642268-1

Pemkab Magetan, Berikan Sosialisasi Bahayanya Rokok Bodong Kepada Toko Kelontong Dan Kios Pasar


ARYA-MEDIA, Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, melalui bagian Administrasi Perekonomian Setdakab Magetan, melakukan sosialisasi kepada beberapa pemilik toko kelontong serta kios dipasar tradisional Kecamatan Parang, Magetab, tentang bahayanya dalam menjajakan barang yang seharusnya kena cukai namun tidak dilengkapi dengan pita cukai.

Hal itu terpampang jelas sesuai Undang- Undang (UU) Nomor 39 tahun 2017 Tentang Cukai. Bagi yang pemilik toko yang nekat menyediakan barang kategori ilegal, akan mendapat hukuman satu (1) tahun hingga lima (5) tahun penjara.

”Ancaman hukumanya jelas, jadi kami harap tidak ada pedagang yang menjajakan barang yang seharusnya kena cukai, namun tidak dilengkapi cukai, misalnya rokok tanpa pita cukai,” kata Furiana Kartini, Kepala bagian (Kabag) Administrasi Perekonomian PemKab Magetan, Rabu ( 24/4/2019).

Baca Juga :  Budidayakan Batik Khas Magetan, Disparbud Gelar Fashion Show
Kabag Bagian Admisitrasi Perekonomian Setdakab Magetan, Furiana Kartini Saat Memberikan Sosialisasi Kepada Pemilik Toko Kelontong dan Kios Pasar Di Kecamatan Parang, Kab. Magetan.

Menurut Undang- Undang (UU) Nomor 39 tahun 2017 Tentang Cukai, Disebutkan dalam pasal 54, Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Baca Juga :  Hendak Pesta Miras Dalam Acara Pernikahan Diciduk Polisi

Hukuman kuruangan badan serta denda untuk penyedia barang ilegal tersebut juga disebutkan pada Pasal 56, UU 39/2017 Tentang Cukai, Setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Baca Juga :  Apel Pagi : Pengalihan Tugas Tambahan Untuk Masjid Nurul Qur'an

Dijelaskan Furiana, apabila ada warga yang membeli barang dengan dilengkapi pita cukai. Artinya, kita telah memberikan dukungan kepada Negara, melalui Pendapatan Negara yang kelak akan diwujudkan dengan Pembangunan Infrastruktur serta Peningkatan Layanan Kesehatan bagi masyarakat. ”Dengan membeli produk yang legal, berarti kita ikut membantu pendapatan daerah atau negara, yang nantinya juga dikembalikan lagi kepada masyarakat,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Petugas Bea Cukai Madiun, Bambang Irawan mengatakan, apabila pemilik kios atau pengusaha toko kelontong sampai terjerat UU tentang Cukai, maka mereka akan mengalami kerugian material maupun moral. ”Sesuai pasal 54 dan atau pasal 56 UU Nomor 39 tahun 2017 tentang cukai, sudah jelas pembeli dan penjual dapat dijerat pidana maupun denda yang tidak sedikit,” pungkasnya. (redk)

 1,279 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!