google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

Penandatangan Perjanjian, Bentuk Pengabdian Relawan Covid-19 Sebagai Garda Terdepan


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Sebanyak 41 relawan profesional kesehatan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Magetan, melakukan penandatangan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Magetan dalam menangani pandemi Covid-19.

Acara tersebut disaksikan langsung Bupati Suprawoto, yang diselenggarakan di halaman Stadion Yosonegoro, pada hari Senin (22/02/2021).

Bupati Magetan mengatakan, penambahan relawan profesional kesehatan menjadi salah satu bentuk tindakan untuk menekan angka kematian dan meningkatkan angka sembuh pasien Covid-19 di Kabupaten Magetan. Sebanyak 98% relawan tersebut berasal dari masyarakat kabupaten Magetan

Baca Juga :  Seleksi Direktur Poltekkes : Alumni Lemhannas Berkata, Kemenkes Wajib Angkat Yang Bersih Dari Korupsi

“Hampir genap setahun Kabupaten Magetan terkena covid-19. Oleh sebab itu perlu adanya penambahan tenaga medis garda terdepan seperti dokter, bidan, dan perawat. Hari ini 41 relawan dicatat dalam sejarah di kabupaten Magetan bahwa ketika ada pandemi ikut serta membantu masyarakat Magetan,” kata Bupati Suprawoto, Senin (22/2).

Perlu diketahui, kemarin Bupati Suprawoto telah mencanangkan Gerakan Bermasker 24 Jam. Harapannya, sebagai relawan kesehatan dapat menjadi pilar atau sebagai humas Covid-19 di kabupaten Magetan. Sekaligus ikut serta dalam menjelaskan simpang siur terhadap informasi yang tidak benar.

Baca Juga :  Sakit Jantung, Pergi Cari Rumput Pulang Tak Bernyawa.

“Pencanangan gerakan masker 24 jam adalah upaya untuk mengingatkan bahayanya covid-19 dan bisa di cegah dengan salah satu cara dengan memakai masker. Karena itu adalah cara paling efektif, dan setiap orang bisa melakukannya,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Suprawoto juga mengucapkan terima kasih kepada relawan kesehatan yang rela berkorban dan mengabdi menjadi garda terdepan. “Saya ucapkan terimakasih dan gunakan kesempatan ini dengan sebaik baiknya untuk menunjukan pengapdian sebagi relawan kesehatan,” pungkasnya. (Rwy/Ren)

 156 total views,  7 views today

Baca Juga :  Hartanto Boechori : Siapa "Otak" Dibalik Surat Edaran MA nomor 2 tahun 2020, Bertentangan Dengan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!