google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

Pencanangan SSK Menuju Keluarga Berencana


ARYA-MEDIA | Magetan – Untuk mengatasi penanggulangan masalah kependudukan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA), merencanakan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), dengan mengusung tema Generasi Muda Berkarya Demi Merawat Cita Cita.

Acara yang diselengarakan di SMP 1 Magetan, dihadiri oleh Bupati Magetan Suprawoto, didampingi Kepala OPD terkait, perwakilan Badan Kepemimpinan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Timur, dan Kepala Sekolah SMP 1 Magetan beserta Kepala Sekolah SMK 1 Magetan. Senin (23/11/2020).

Bupati Suprawoto menyambut baik pencanangan program SSK yang di resmikan di SMP 1 Magetan. “Saya berharap kepada Dikpora Magetan, agar bisa diikuti oleh sekolah sekolah lainnya. Program ini wajib kita lakukan, dan secepatnya segera dilakukan,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas DPPKB-PPPA Kabupaten Magetan, Furiana Kartini menjelaskan, ada beberapa unsur Siaga Sekolah Kependudukan, diantaranya pemahaman kependudukan dalam sehari hari, sehingga masalah kependudukan dapat diatasi secara bersama sama. Pendewasaan usia perkawinan yang diharapkan dapat mempengaruhi sikap dan perilaku, serta dalam pilihan peserta didik dalam merencanakan masa depannya. Kesadaran akan keluarga kecil yang berkualitas generasi berlembaga pada peserta didik. Dan peningkata usia nikah pertama minimal usia 21 taun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki laki.

“Dengan adanya pencangan ini, peserta didik mulai awal dapat merencanakan kehidupan untuk masa depannya dengan sebaik baiknya. Dan SSK ini tidak menambah materi, namun dimasukan kedalam materi ulang yang sudah ada, baik itu secara langsung maupun lewat ekstrakulikuler,”  jelas Furiana Kartini, Senin (23/11).

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMP 1 Magetan, Titik Suprawoto mengungkapkan bahwa, Sekolah Siaga Kependudukan merupakan salah satu jawaban untuk mentransfermasikan nilai pada anak anak sejak dini, sehinga anak anak usia dini susah punya gagasan keluarga berencana.

“Kita ikut mendukung, karena merupakan program dari pemerintah, karena masalah kependudukan ini menjadi tanggung jawab kita semua. Oleh karena itu, sekolah menjadi salah satu arena pembelajaran yang sangat bagus mulai dini, untuk memanfaatkan bonus demografi dengan memberi wawasan bagaimana merencanakan dengan baik kehidupan dan mengatur usia pernikahan,” jelasnya. (RWY/Ren)

 2,198 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!