UA-163642268-1

Pencanangan Vaksinasi Serentak, Bupati Ngawi Tidak Lolos Sreening Karena Faktor Usia


ARYA MEDIA | NGAWI – Pelaksanaan Vaksinasi Serentak di wilayah Jawa Timur, Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, tidak lolos screening, karena faktor usia yang melebihi ketentuan pemberian Vaksin Covid -19.

Dengan demikian, vaksinasi perdana Kabupaten Ngawi pada Rabu Pagi (27/01/2021), yang digelar di Pendopo Wedya Graha tersebut, Kanang sapaan akrabnya tidak menerima penyuntikan vaksin Sinovac.

“Mengingat usia Bupati Ngawi saat ini memasuki 61 tahun, sesuai SOP-nya belum bisa divaksin. Karena Vaksin Sinovac diperuntukan kelompok umur 18-59 tahun. Selebihnya, dibawah umur 18 tahun maupun sebaliknya diatas 59 tahun masih menunggu uji klinis,” ujarnya Yudono, Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, Kamis (28/01).

Baca Juga :  Pisah Sambut Kepala PN Ngawi di Pendopo Widya Graha, Predikat WBK Segera Terwujud

Dijelaskan Yudono, sesuai SOP penyuntikan Vaksin Sinovac, Bupati Ngawi tidak masuk kategori Vaksinasi Covid-19. Akan tetapi, ada alternatif vaksin lainya dengan menggunakan plasma. “Nantinya bisa memakai plasma,” jelasnya, kepada awak media.

Selain itu, vaksinasi perdana dilakukan terhadap 10 orang, diantaranya Ony Anwar Wakil Bupati Ngawi, Dandim 0805 Letkol Inf Totok Priyo Kismanto, Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya, dan dilanjutkan pejabat publik lainya.

Baca Juga :  Ahmad Basarah : Aksi Corat Coret Anak SMA Riau Tidak Layak

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Ngawi mendapatkan jatah 2680 dosis Vaksin Sinovac untuk tahap pertama, dan bakal mendapatkan tambahan Vaksin sebanyak 4330 pada tahap berikutnya.

“Penyuntikan Vaksin Sinovac dilakukan dua kali, dengan jeda antara tahap pertama dan kedua selama 14 hari. Tidak boleh kurang dari waktu yang sudah ditentukan,” pungkasnya. (Endik/Ren)

 676 total views,  2 views today

Baca Juga :  IPK Demo TAF Tarik Kendaraan Modus Bujuk Rayu


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!