Penderita AIDS Terus Meningkat, Dinkes Magetan Lakukan Pencegahan Deteksi Dini


ARYA-MEDIA, Magetan – HIV AIDS adalah penyakit yang menakutkan bagi banyak orang. Seseorang yang divonis, seringkali merasa putus asa dan mengalami kegelisahan jangka panjang akibat kondisi tubuhnya. Hal ini juga terjadi pada salah satu warga Magetan yang mengetahui bahwa dirinya positif AIDS, dan terus berupaya melakukan pengobatan secara intensif.

“Sekarang berada di RSUD Magetan mas, dan kondisinya sangat kritis, karena orangnya sudah tidak bisa apa-apa,” kata salah satu kerabat korban yang tidak mau disebutkan namanya. Kamis (27/2/2020).

Sementara, data yang dihimpun Arya Media dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan, perkembangan terakhir pada tahun 2018, terdapat 97 orang yang dinyatakan positif AIDS, dan meninggal sebanyak 25 orang. Hal itu terus mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang mencapai 92 orang, dan 16 orang sudah meninggal dunia.

Didik Setyo Margono, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Magetan.

“Tahun 2018, yang positif mengidap AIDS sebanyak 72 orang. Sedangkan tahun 2019 meningkat menjadi 76 orang. Untuk di Magetan, terdapat 7 tempat pengobatan yakni 2 Rumah Sakit dan 5 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Magetan,” kata Didik Setyo Margono, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Magetan, Kamis (27/2).

Selain itu, menyebarnya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang bernama Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) tersebut, karena banyaknya masyarakat berperilaku sek yang menyimpang.

“Untuk bulan Februari ini, yang baru dinyatakan positif ada 2 orang, dan yang mengidap penyakit ini rata-rata seorang ibu rumah tangga. Hal itu disebabkan karena sang suami sering jajan diluar atau seks bebas, hingga akhirnya dibawa pulang kerumah, dan menularkan kepada istrinya,” jelas Didik Setyo Margono, kepada Arya Media.

Menanggapi hal itu, Dinkes Kabupaten Magetan terus berupaya melakukan pencegahan dengan cara deteksi dini, yaitu melakukan pemeriksaan semua ibu hamil, penderita TBC, pemeriksaan Calon Pengantin dengan dilakukan konseling terlebih dahulu. Serta pemeriksaan rutin yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Cafe, dan Warung remang-remang.

“Kami juga membentuk Warga Peduli Aids (WPA), Sekolah Peduli Aids (SPA), dan melakukan penyuluhan melalui media cetak maupun elektronik. Pada prinsipnya, penyebabnya adalah perilaku sek yang menyimpang, sehingga ini diperlukan kerjasama dari semua pihak,” pungkasnya. (Ren)

 888 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!