UA-163642268-1

Penderita Gangguan Jiwa Selama 25 Tahun, Tewas Tercebur Dalam Sumur


ARYA-MEDIA, Magetan – Penemuan mayat wanita yang tewas tercebur di dalam sumur, telah menghebohkan warga Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten magetan, Selasa (7/5/2019).

Korban diketahui bernama Sumini (50) warga Desa Setren, RT11/RW4, Kecamatan Bendo, ditemukan adik kandungnya Gito (48) sudah merenggang nyawa di dalam sumur rumahnya sendiri.

Sekira pukul 07.00 Wib, sepulang dari mencari rumput, Gito mengetahui korban tidak berada di rumah. Merasa was was, dilanjutkan pergi ke belakang sekaligus berniat menyalakan pompa sumur miliknya untuk mengisi air. Mengetahui pompa airnya yang tidak bisa menyala, Gito mengecek sanyo miliknya dengan tujuan untuk memperbaikinya.

Baca Juga :  Terjadi Lagi, Bus Eka Dengan Kecepatan Tinggi Hilang Kendali Dan Terguling

Saat hendak mengankat sanyo, Gito (adik korban red) dikejutkan dengan mengetahui bahwa korban sudah berada dibawah sumur dengan kedalaman kurang lebih 20 m. “Sebelumnya, saya mengetahui tutup sumur sudah rusak. Setelah saya cek ternyata benar, ada kaka saya di dalam sumur,” kata Gito, Selasa (7/5).

Mengetahui hal itu, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada yang berwenang dan menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Magetan bersama TNI dan Polri untuk melakukan evakuasi.

Baca Juga :  Mayat Laki-Laki Ditemukan Mengambang di Kali Banteng Desa Baluk

“Evakuasi berlangsung sekira pukul 10.00 Wib. Saat itu, sumur dengan kedalaman -/+ 20 meter tersebut, mengandung gas beracun. Sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu agak lama ,” kata Ferry Yoga Saputra, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan.

Ferry  menjelaskan, dalam proses evakuasi dilakukan dengan mengunakan Blower untuk menghindari gas beracun. “Kami berhasil mengangkat korban dari dalam sumur pada pukul 12.15 Wib dengan menggunakan blower sebagai pernafasan,” jelasnya kepada Arya Media (7/5).

Baca Juga :  Polda Jatim Launching Terobosan Kreatif Program ETLE, Bupati Magetan Apresiasi Program Polri

Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan.  Dan korban dinyatakan meninggal dunia akibat menghirup Karbon Dioksida. “Dari hasil pemeriksaan luar petugas Puskesmas Bendo dan Dokes Polres Magetan, korban meninggal akibat menghirup gas beracun,” pungkasnya.

Diketahui bahwa, menurut keterangan pihak keluarga, korban sudah mengidap penyakit gangguan jiwa selama 25 tahun. Dan selama ini, korban Sumini hidup bersama dengan adiknya. Diduga akibat kurangnya pengawasan, sehingga mengakibatkan korban bunuh diri lompat ke dalam sumur. (ren)

 

 1,324 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!