UA-163642268-1

Pengambilan Keputusan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2020, DPRD Magetan : “Silpa Yang Paling Menonjol”


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Pengambilan keputusan terhadap Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020 Kabupaten Magetan Jawa Timur, dituangkan dalam rapat paripurna DPRD Magetan, Senin (28/06/2021).

Mewakili Bupati Magetan, Wakil Bupati (Wabup) Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menyampaikan bahwa, laporan pertanggungjawaban dan evaluasi rencana pembahasan Raperda telah mencapai finish. Selain itu, Kabupaten Magetan kembali mendapatkan penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas pemeriksaan laporan keuangan Pemda (Pemerintah Daerah) Kabupaten Magetan.

“Pengambilan keputusan dari fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda pertanggungjawaban APBD TA 2020 sudah mencapai tahap akhir. Kami sangat mengapresiasi atas segala usul, saran dan dorongan dari pihak DPRD untuk lebih memacu pemerintah daerah dalam pelaksanaan tugas-tugas kedepan. Sehingga pencermatan terhadap Silpa 2020 tidak terulang kembali,” kata Wabup, Senin (28/06).

Baca Juga :  Residivi Penipuan Asal Surabaya Kembali Ditangkap Polisi

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Suratman mengatakan, pembahasan tahapan kali ini merupakan tahap kedua untuk pengambilan keputusan dari apa yang di sampaikan oleh badan anggaran.Menurutnya, pencapaian WTP ke tujuh oleh Pemkab Magetan, merupakan bentuk pelaksanakan apresiasi keuangan yang memenuhi standart akutansi Pemerintah.

“Walaupun Magetan telah meraih WTP ketujuh kali, masih ada beberapa catatan-catatan yang harus dicermati oleh pemerintah daerah,” ungkap Wuratman, usai melaksanakan Rapat Paripurna, di gedung DPRD Magetan, Senin (28/06).

Baca Juga :  Antisipasi Bangunan Rusak, Dan SSK Satgas TMMD Selalu Monitor Berita BMKG

Wakil ketua DPRD Magetan memberikan apresiasi kepada Pemkab Magetan, atas kepatuhan dalam menindaklanjut rekomendasi BBKH sebagai urutan ketiga. Dan menduduki nomor 25 tingkat nasional, terhadap spresasi menindak lanjuti LHP BPK. “Namun, yang sangat menonjol terkait laporan penanggung jawaban pelaksanakan APBD 2020 adalah Silpa, yang seharusnya menurun tapi justru ada kenaikan 2,6% dari tahun 2019 lalu,” jelasnya.

Baca Juga :  Ribuan Karyawan PT BIK Ngantri Ambil Tunggakan Gaji

Selain Silpa yang terus meningkat, DPRD Magetan menyayangkan targeta PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang tiadak tercapai, seperti penurunan retribusi rumah sakit dan Puskesmas. “Karena pasien umum menurun, dan covid yang meningkat. Ditambah lagi omset tempat wisata yang cenderung menurun. Serta beberapa kegiatan yang terkena refocusing anggaran penanganan Covid-19.” Tutup Suratman.

Sebagai informasi, laporan realisasi anggaran untuk pendapatan daerah Kabupaten Magetan tahun 2020 sebesar Rp 1,8 Triliun, sedangkan belanja daerah ter-realisasi sebesar Rp 1,7 Triliun. Sehingga terjadi pergeseran defisit anggaran daerah sebesar Rp 272 Miliar. Sementara, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Pemkab Magetan tahun 2020 yaitu sebesar Rp 244,958 Miliar. (Ren)

 448 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!