Pengedar Sabu Kota Blitar Dibekuk Polisi


AKBP Adewira Negara Siregar, Saat Menunjukkan Barang Bukti.

Blitar, Arya Media- Satreskoba Polres Blitar Kota, telah mengamankan tiga pengedar narkoba jenis sabu-sabu, ketiga pelaku berhasil diamankan saat salah satu tersangka akan melakukan transaksi barang haram tersebut di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Penangkapan ke tiga pelaku, berawal saat tersangka Agung Triono (AT) alias Copcop (32), warga jalan Raya Pandean, Desa Tangkil, Kecamatan Wlingi hendak melakukan transaksi di perbatasan Kota Blitar – Kabupaten Blitar, kelurahan Gedog.

“Saat itu, Satreskoba Polres Blitar Kota telah mendapatkan laporan dari masyarakat dan langsung melakukan pengejaran, kemudian Pelaku berhasil diamankan di salah satu warung kopi di wilayah Bence, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar”, ucap Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar, Jumat (15/12/2017).

Dari pengakuan pelaku AT, bahwa pelaku mendapatkan sabu dari pengedar lain, yaitu Yudi Aranianto (46), warga jalan dr. Sutomo RT 3 RW 8 Kelurahan Beru Kecamatan Wlingi. Mendapati informasi tersebut petugas langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka Yudi Ariananto, dan berhasil ditangkap di rumahnya.

Di hadapan penyidik, Yudi Ariananto mengaku, jika drinya membeli sabu-sabu tersebut dari pengedar lain bernama Meddy Wibowo (46), warga jalan Arjuna, gang 1 lingkungan Darungan Rt.01/Rw.04 Kelurahan Babatan Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Kapolres Blitar Kota mengatakan bahwa, Berkat kesigapan petugas ketiga pelaku berhasil diamankan beserta barangbuktinya. Dari ke tiga pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya sabu-sabu 8 klip seberat 5,14 gram, 1 botol minyak zaitun yang digunakan sebagai bong, 2 buah korek api, pipet kaca, serta sedotan, ungkap AKBP Adewira.

“Berkat kesigapan petugas, ketiga pelaku telah kami amankan beserta barang buktinya”, pungkasnya.

Sementara itu, tersangka Meddy Wibowo mengaku, baru menjadi pengedar sabu selama tiga bulan terakhir, barang haram tersebut dia dapatkan dari pengedar di Surabaya, dengan harga Rp 1 juta per satu gram, dan dijual kembali dalam plastik klip berisi 0,28 gram. Selanjutnya Meddy menjual dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per paket.

“Kami menjualnya dengan sistem ranjau pak”, pengakuan tersangka Meddy Wibowo kepada petugas. (Jarno/Red)

 1,372 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!