Perjuangkan Nasib : Ratusan Guru Honorer Non Kategori Datangi Pendopo Surya Graha Magetan


ARYA-MEDIA, Magetan – Nasib ratusan Guru Honorer non Kategori se-Kabupaten Magetan masih bertanya-tanya. Pasalnya kejelasan status para guru non PNS tersebut belum menemukan jawaban terkait nasibnya.

Hari ini Senin 26 November 2018, sekitar 100 orang guru honoren non Kategori tersebut mendatangi Pendopo Surya Graha, menuntut Surat Keputusan (SK) dari bupati dan Tunjangan Hari Raya (THR) serta Upah Minimum Regional (UMR) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan.

“Yang mereka inginkan adalah SK dari Bupati, padahal SK itu sudah diberikan oleh pak Joko (Kadin Dikpora) melalui surat tugasnya. Sebagaimana dijelaskan bahwa SK itu bisa untuk mencairkan dana BOS”, tutur Suprawoto Bupati Magetan.

Baca Juga :  Tabrakan di Jalur Tol Ngawi-Solo Kembali Menelan Korban Jiwa

Sedangkan untuk UMR dan THR, Pemkab Magetan belum bisa merealisasikan hal tersebut, karena APBD Kabupaten Magetan 90 persen masih dari pusat. Dia mengaku hanya meneruskan program-program yang sudah disetujui oleh DPRD.

“Saat ini kami belum bisa mewujudkan keinginan mereka, karena program dari DPRD sudah ditetapkan sebelum saya dilantik. Jadi kita gak boleh menyimpang dari program yang sudah dibuat”, jelas Bupati kepada media (26/11).

Baca Juga :  Sudah Ketiga Kalinya : Mbah Antok Sah Dilantik Sebagai Ketua DPRD Ngawi

Hal senada diungkapkan Toyib Rantiono selaku wakil ketua persatuan guru republik indonesia Jawa Timur, bahwa untuk saat ini Bupati Magetan tidak bisa berbuat banyak, karena penetapan anggaran dan perubahan ditetapkan sebelum Bupati dilantik. Namun pihaknya akan memperjuangkan nasib para guru honorer dengan memberikan masukan kepada Bupati untuk memikirkan nasib selanjutnya.

Baca Juga :  Cangkruk Bareng KJJT Surabaya, Pers Harus Paham Kode Etik Jurnalistik

“Untuk tahun ini, Pak Bupati memang tidak bisa berbuat banyak, karena sebelum dilantik ketetapan sudah dibuat oleh DPRD. Harapan kami tahun depan Bupati bisa memberikan jawaban untuk memikirkan nasib para guru Honorer se-Kabupaten Magetan”, ungkapnya.

“Yang betul-betul kami perjuangkan adalah, semoga dengan SK dari Kadin Dikpora bisa digunakan untuk pengajuan sertifikasi para guru”, pungkasnya. (ren)

 804 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!