Permendikbud No.6 Tahun 2018, Menjadi Motivasi Bagi Kepala Sekolah SMPN 1 Karangrejo


ARYA-MEDIA, Magetan – Dalam dunia pendidikan, bagi para guru khususnya yang menjadi Kepala Sekolah, ada tugas-tugas penting yang harus dilaksanakan, untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan pada era global saat ini.

Menurut Permendikbud Ri dalam no.6 Tahun 2018, tentang penugasan guru sebagai Kepala Sekolah, yang tercantum dalam Pasal 15 Bab VI mengatakan bahwa, Beban kerja Kepala sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, serta supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan. Tujuannya untuk mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu berdasarkan standart Nasional Pendidikan.

Baca Juga :  Gebyar Labuhan Sarangan : Lestarikan Budaya Larung Tumpeng Gono Bahu Sebagai Promosi Wisata

Kepala sekolah dapat melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan, agar tetap berlangsung pada satuan pendidikan yang bersangkutan. Dan ini merupakan tugas tambahan diluar tuhas pokok kepala sekolah. Dan ada lagi Beban kerja untuk Kepala Sekolah yang harus dilakukan yaitu, selain melaksanakan tugas pokok tersebut, juga dituntut untuk mempromosikan budaya yang ada di indonesia.

Drs. Edy Siswanto MPd, Kepala Sekolah SMPN 1 Karangrejo.

Semua itu mendapat tanggapan yang serius bagi Kepala Sekolah SMPN 1 Karangrejo, yang berada di Jl. Raya Pelem, Desa Karangrejo, Kab. Magetan. Drs. Edy Siswanto MPd mengatakan, Permendikbud No. 6 Tahun 2018 mempunyai tugas pokok yang harus dilaksanakan. Menurutnya, tugas tersebut memang harus dilakukan dan bisa menjadi motivasi bagi semua kepala sekolah. Karena sebagai Kepala Sekolah, kalo hanya mengajar akan berakibat keterpurukan pendidikan terhadap kualitas dan kuantitas suatu sekolah, Kamis (19/7/2018)

Baca Juga :  Update Coovid-19 Magetan : Bertambah lagi 1 Pasien Positip Corona, Sembuh 2 Orang

“Kalo Kepala sekolah mengajar tidak akan efektif dan maksimal, karena banyak tugas luar yang harus dilakukan. Jadi Permendikbud itu menjadi motivasi bagi saya untuk memajukan sekolah, terutama lingkup pendidikan yang ada di MAGETAN”, kata Edy.

“Kebanyakan kepala sekolah hanya memilih di zona nyaman saja, yaitu mengawasi para guru pengajar dan menunggu program BOS terealisasi baru mulai bekerja”, imbuh Edy Siswanto dengan penuh impian untuk membuat sekolah santri.

Baca Juga :  Desa Pelem Berniat Sulap Sungai Menjadi Destinasi Wisata

Diketahui, SMPN 1 Karangrejo sedang merehabilitasi sekolahnya untuk dijadikan sekolah dengan nuansa pesantren. Pembangunan yang mencapai 50% tersebut, Edy Siswanto mengalokasikan dana selain dari Pemerintah, juga mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, untuk mewujudkan pembangunan tersebut. “Semua itu dilakukan hanya untuk membuat sekolah yang bertaraf internasional dengan nuansa pesantren”, pungkasnya dengan penuh semangat. (ren/redk)

 3,761 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!