Persiapan Grebeg Pring Urip Desa Ringinagung Siap Action


ARYA-MEDIA, Magetan – Persiapan “Grebeg Pring Urip” yang dilakukan pihak Desa Ringinagung, Kec/Kab Magetan bekerja sama dengan karang taruna dan PEKATIK, sudah mencapai 90 persen dalam pelaksanaannya. Persiapan ini terlihat ada sebuah gunungan dari caping dan panggung dengan pernak pernik ornamen lainnya, yang telah berdiri di tengah lapangan sebagai tempat pelaksanaan acara tersebut, (5/9/2018).

Konsep dan tema Gumelaring Krenteg yang berbahan bambu ini mempunyai beberapa giat yang akan dilakukan mulai Tanggal 7 sampai 13 September 2018, yaitu dimulai dengan Kirab Budaya, Sholawat Bersama, Pameran dan Bazar, Pemecahan Rekor, Pentas Seni Tradisional dan Modern, Exhibi Runner dan Jemparingan, Ruwatan Nagari dan Malam Tirakatan, Do’a Bersama dimakam Eyang Badini, Workshop Anyaman dan Musik Bambu, dilanjutkan dengan Ruwat Sengkolo dan di akhiri dengan Wayang Kulit semalam suntuk. Semuanya berhubungan dengan budidaya dan pelestarian kesenian yang ada di Jawa Timur.

Baca Juga :  Sudah Disepakati, DPRD Magetan Tanyakan Perda Retribusi Kebun Refugia dan Taman Buah

Gunungan caping ini berjumlah 1440 caping yang tersusun mengerucut layaknya seperti tumpeng, tentunya mempunyai arti dan makna tersendiri bagi pencetusnya.

Menurut keterang Harjuno Goplo menjelaskan, arti dari sebuah gunungan caping tersebut adalah sesuai dengan tahun hijrah islam yang jatuh pada tanggal 11 September 2018. “Ajang ini dilakukan untuk menyambut tahun baru islam yang sudah menginjak 1440 Masehi, atau orang jawa bilang bulan Suro”, kata Harjuno Ketua paguyuban PEKATIK, sekaligus pencetus ide ini.

Baca Juga :  Anggaran Dana Untuk Desa, Rawan Dijadikan Obyek Politik Pilkades

Banyak hal yang perlu disiapkan, mulai bahan sampai dengan personil kepanitian juga sudah tertata rapi. Yang terpenting adalah semangat untuk nguri-nguri kebudayaan yang ada, khususnya di wilayah Magetan. “Semoga event ini nantinya berjalan lancar sesuai rencana yang sudah ditentukan, yang pasti event ini untuk menghibur masyarakat”, terangnya kepada Arya-Media (5/9).

Saat ditemui Kepala Desa Ringinagung Yully Bagus Trisnawan mengatakan, ucapan terima kasih setinggi-tingginya khususnya PEKATIK dan kepada semua unsur yang ada di Desa Ringinagung maupun dari pihak manapun, atas segala kreativitas dan kerjasamanya dalam persiapan kegiatan ini.

Baca Juga :  Eratkan Silaturahmi, Bupati Ngawi Lakukan Safari Ramadhan Di Masjid Agung

“Ini baru pertama kali dilakasanakan di Desa Ringinagung, tentunya banyak kekurangan atau kesalahan dalam proses pelaksanaannya. Dan itu menjadi motovasi kami kedepannya untuk menjadi lebih baik lagi”, ungkap Kades Ringinagung.

“Semoga dengan acara ini untuk dapatnya dijadikan sebagai agenda tahunan yang mampu mengembangkan potensi Desa khususnya dibidang kesenian dan budaya”, pungkasnya. (ren)

 2,586 total views,  10 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!