UA-163642268-1

Polda Jatim Bongkar Penjualan Tabung Oksigen Melebihi HET


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Timsus Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, bongkar perdagangan alat kesehatan (tabung oksigen) di Sidoarjo. Atas peristiwa ini, polisi menangkap dua orang tersangka AS dan TW pada hari Jumat 9 Juli 2021 lalu.

Kedua tersangka yang diketahui kaka beradik ini, memanfaatkan situasi pandemi dengan mencari keutungan menjual tabung oksigen dari PT NI dengan harga 2 kali lipat. Yakni, yang semula harga seharga Rp 700 ribu, dijual oleh tersangka kepada pembeli dengan harga Rp 1.350 ribu. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp 750 ribu

“Kakak beradik tersebut menjual tabung oksigen tersebut melalui media sosial Facebook dan Whatsapp grup. Sehingga tersangka AS dan TW memperoleh keuntungan sebesar Rp 650.000, setiap tabungnya,” kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, dalam Pers Realisenya, Senin (12/07/2021).

Baca Juga :  Rencana Pembukaan Telaga Sarangan Dilakukan Uji Coba Selama 3 Bulan

Polisi melakukan operasi aman nusa, dalam rangka penanganan Covid-19, untuk menjamin ketersediaan obat – obatan, dan ketersediaan oksigen, serta penyaluran bantuan sosial.

“Polda jatim mendapatkan informasi adanya dugaan penyaluran oksigen. Kami bekerjasama dengan pemerintah daerah dan dinas kesehatan untuk memastikan ketersediaan oksigen, kelancaran distribusi dan stabilitas harga,” jelas Nico Afinta.

Baca Juga :  Mobil Masuk Jurang, 3 Penumpang Mengalami Luka-Luka

Tim satgas polda jatim mendapatkan informasi, bahwa ada penjualan tabung oksigen diatas harga eceran tertinggi. Lalu dalam situasi sekarang banyak masyarakat yang membutuhkan oksigen. Khususnya masyarakat yang sakit covid-19.

“Dengan adanya laporan tersebut, Polda Jatim melakukan pendalaman dan berhasil menyita 129 tabung oksigen yang berada di Sidoarjo. Kemudian tim satgas gakkum mendapatkan nama tersangka di media sosial (Facebook),” ungkap Kapolda.

Baca Juga :  Pasar Ngunut Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan 50 Miliar Lebih

Sementara itu, kedua tersangka yang berhasil diamankan petugas, masih dilakukan pendalaman. “Untuk tabung oksigen akan diserahkan ke distributor kembali. Yang nantinya bisa diberikan kepada yang membutuhkan dengan harga yang sesuai,” jelas Kapolda.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. “Kami menghimbau agar masyarakat tidak membeli tabung oksigen dan obat – obatan untuk disimpan, terlebih lagi untuk dijual kembali,” tegasnya. (Redk)

 334 total views,  8 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!