UA-163642268-1

Polda Jatim Kembali Menangkap Dua Hacker Indonesia


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, kembali merilis dua tersangka hasil pengembangan kasus Ilegal Akses (Hacker), yang sebelumnya telah berhasil menangkap tersangka di beberapa tempat yang berbeda. Bertempat di Mapolda Jatim, Senin (28/06/2021).

Dua tersangka tersebut adalah FSR warga Bekasi dan AZ warga Jakarta. Mereka ditangkap berdasarkan hasil pengembangan dari keempat tersangka lain yaitu HTS, yang sebelumnya telah ditangkap oleh anggota Unit III Subdit V Siber.

“Tersangka FSR, memiliki peran sebagai penyedia layanan Rekening Bersama (rekber) dan berhasil diamankan oleh petugas di Kabupaten Bekasi. Selanjutnya mengarah kepada Tersangka lainnya yang memiliki peran sebagai data email (email result) yaiti tersangka HTS. Selanjutnya petugas mengamankan tersangka AZ di Jakarta,” terang Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kabid Humas Polda Jatim, Senin (28/06).

Baca Juga :  SOP Prokes di Bandara Juanda Tak Pernah Longgar

Dijelaskan Gatot, para pelaku ini memanfaatkan data milik orang lain untuk membuat akun Paxful. Begitu juga dengan data CC dan akun Venmo, yang tertera di dalam Email Result tersebut adalah data milik orang lain.

Selain itu, data akun layanan perbankan, Bank Of America yang digunakan pelaku sebagai sarana, untuk mengkonversi mata uang Kripto, seperti Bitcoin dalam Akun Paxful, adalah milik orang lain.

“Rangkaian perbuatan tindak pidana ITE para tersangka, yaitu memindahkan atau mentransfer Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik kepada Sistem Elektronik orang lain yang tidak berhak,” jelas Kabid Humas Polda Jatim.

Baca Juga :  Anggota TMMD 102 Berikan Pemahaman Cinta Tanah Air Pada Siswa

Diketahui bahwa Informasi Elektronik
atau Dokumen Elektronik yang dikirimkan berisi data pribadi dan data perbankan milik warga negara asing. Dari sejumlah data tersebut selanjutnya diolah sedemikian
rupa untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

“Dari hasil penangkapan kedua tersangka FSR dan AZ, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah handphone, buku tabungan BCA, buku tabungan BTPN dan kartu ATM BCA,” papar Kombes Gatot.

Sementara itu, Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendy menambahkan, kedua tersangka merupakan komplotan tersangka HTS. “Mereka adalah komplotan yang berkaitan, dan kami akan terus kembangkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polri Luncurkan Kanal News “Polri TV dan Radio”

Dari aktivitas ilegal tersebut, tersangka mampu meraup keuntungan uang ratusan juta, dan Oolsi masih melakukan pemburuan terhadap pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini. “Kami juga masih mengejar tiga pelaku lainnya,” pungkas Wadirreskrimsus Polda Jatim.

Diketahui bahwa, akibat perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang peruabahn atas UU RI tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika, Pasal 30 ayat 2 Jo Pasal 46 ayat 2 dan Pasal 32 ayat 2 Jo Pasal 48 ayat 2. Serta Pasal 480 KUHP dan Pasal 55 dan 56 KUHP. (Redk)

 270 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!