Polemik Pupuk Subsidi : Sudah Kroscek Data, Petani Masih Ngotot Tempuh Jalur Hukum


ARYA-MEDIA | Magetan – Polemik pupuk subsidi yang terjadi di Desa Gebyog Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan Jawa Timur, masih terus berlanjut. Puluhan petani mendatangi Kantor Kecamatan Karangrejo untuk melakukan mediasi, namun belum mendapat titik temu. Rabu (21/10/2020).

Sebelumnya, para petani tersebut telah mengadu ke Polres Magetan karena curiga bahwa kios di wilayah desanya diduga melakukan kecurangan, karena jatah pupuk subsidi jenis ponska sebanyak 4,6 ton belum diberikan.

Dari pantauan Arya Media di lokasi, para petani masih bersikukuh untuk melanjutkan permasalahan tersebut dibawa ke jalur hukum, karena dalam diskusi bersama belum menemukan titik temu antara petani dengan pemilik kios dengan hasil yang mengambang.

“Kita dari petani Desa Gebyog tidak bisa membawa hasil yang memuaskan, karena permasalahan ini kelihatannya masih mengambang, sehingga petani dengan terpaksa harus pulang. Dan selanjutnya, insa’allah nanti mau melangkah ke tahap selanjutnya,” kata Mulyono, selaku pengawas kelompok tani Desa Gebyog, Rabu (21/10).

Baca Juga :  Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Para petani Desa Gebyog bakal menempuh jalur hukum, karena dinilai terdapat kecurangan pada pemilik kios dalam penyaluran pupuk bersubsidi. “Petani Gebyog telah siap untuk melaporkan kios Sumber Agung ke Polres Magetan,” ungkapnya.

Petani juga meminta, bahwa kios Sumber Agung segera memenuhi kebutuhan petani terkait pupuk subsidi jenis ponska. “Kalau tuntutan petani terpenuhi, ya petani tidak melangkah yang lebih jauh. Harapan saya juga seperti itu,” jelas Mulyono kepada Arya Media, Rabu (21/10).  

Baca Juga :  Kodim Magetan Menggelar Majlis Zdikir Dan Istighosah, "Guyub Rukun Magetanku Damailah Indonesiaku"

Sementara itu, saat dimintai keterangan kepada pemilik kios Sumber Agung terkait permasalahan tersebut, Heppy enggan menjelaskan dan menolak untuk memberikan klarifikasi. “Saya tidak mau menjawab, nanti biar pihak distributor yang menjawabnya,” ujarnya, kepada awak media.

Di tempat yang sama, Sigit Cahyono, selaku Staff Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) dari Petro Kimia mengungkapkan, menengahi permasalahan tersebut pihaknya menilai terjadi mis komunikasi antara petani dengan pemilik kios. Karena terjadi kesalahpahaman antara kedua belah pihak, sehingga tidak menemukan titik temu.

“Tadi sudah kita lakukan kroscek data, untuk data-data dari kios sudah sesuai salur jumlah. Informasinya tadi ada selisih tapi kita belum menemukan selisihnya di kelompok tani yang mana,” ungkap Sigit, (21/10).

Baca Juga :  Manfaatkan Dana Desa 2019, Desa Kauman Bangun GSG Sebagai Sarpras Masyarakat

Sigit menegaskan, PT Petro Kimia dalam menyalurkan pupuk bersubsidi dilakukan sesuai data alokasi tahun 2020, dan untuk petani yang tercantum dalam ERDKK (Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). “Kita tidak boleh keluar dari korodor tersebut, dan sesuai data dari kios melalui loockbook dan nota itu sudah klop angkanya,” pungkasnya.

Diketahui bahwa, dalam acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimca Karangrejo, pemilik kios, distributor, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan perwakilan PT Petro Kimia, serta puluhan petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Desa Gebyog. (Ren)

Baca Juga : Tidak Dapat Jatah Pupuk Bersubsidi, Petani Mengadu Ke Polisi

 22,159 total views,  17 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!