UA-163642268-1

Polisi Sita 70 Kg Peledak dan Ribuan Petasan Siap Edar Buatan Home Industry


ARYA-MEDIA | MOJOKERTO – Tim Satuan Resort Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mojokerto Jawa Timur, berhasil menggerebek tiga industri rumahan (home industri) yang membuat bubuk peledak dan petasan berbagai ukuran. Polisi menyita 69,5 Kg bubuk peledak dan 2.237 petasan siap edar.

Penggerebekan pertama Tim Polres Mojokerto berhasil meringkus Mulyadi (46), selaku pemilik home industry bubuk petasan di Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo pada Sabtu (24/4), sekitar pukul 21.30 WIB.

“Tersangka meracik sendiri bahan-bahan bubuk petasan. Kemudian menjualnya kepada masyarakat seharga Rp 150 ribu per kilogram,” kata Kapolres Mojokerto, AKBP Doni Alexander, saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Senin (3/5/2021).

Baca Juga :  Pantau Operasi Ketupat 2021, Kapolri : Kebijakan Larangan Mudik Untuk Melindungi Masyarakat

Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita berbagai barang bukti dari rumah Mulyadi. Tersangka beralih meracik bubuk petasan sejak tahun 1997 karena mengalami putus tangan kiri saat terkena ledakan petasan.

“Barang bukti yang berhasil diamankan adalah, 6,5 Kg bubuk petasan siap jual yang dikemas plastik masing-masing 0,5 Kg, 5 Kg bubuk petasan, 2 Kg belerang, 4 Kg potasium, 0,5 Kg bubuk sendawa, 1,5 Kg serbuk bronze, 16 lembar sumbu petasan, tepung kanji, arang, kompor gas, panci dan alat aduk,” terangnya.

Dari pengakuan tetsangka, Mulyadi membeli bahan bubuk petasan dari M Suwono (51), warga Desa Balongmacekan, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, dengan harga Rp 2,9 juta. Mengetahui hal tersebut, petugas langsung menggerebek rumah Suwono.

Baca Juga :  Warga Digegerkan Penemuan Mayat Tanpa Identitas

Selain meringkus Suwono, petugas juga berhasil menyita barang bukti 9 Kg bubuk petasan dengan kemasan 1 Kg, 37,5 Kg bubuk petasan kemasan 0,5 Kg, 21 petasan berdiameter 9 cm, 5 dus petasan berdiameter 2 cm, 32 lembar sumbu petasan, 91 selongsong petasan, dan 24 rol kertas. “Petugas juga menyita berbagai peralatan untuk digunakan tersangka membuat petasan,” ungkap Kapolres Mojokerto, Senin (3/5).

Selain itu, lanjut Doni Alexander menjelaskan, bahwa petugas masih mengejar tersangka lainnya berinisial PDK selaku pemasok bubuk petasan yang kini masih buron. Bahan peledak itu dibeli oleh Suwono seharga Rp 170.000 per Kg.

Baca Juga :  Masyarakat Terdampak Pandemi Terima Bantuan 35 Ton Beras dan 70 Ribu Masker

“Berbekal keterangan Suwono, pada Selasa (27/4) Polisi berhasil meringkus Kaseran (71) warga Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, sebagai pemasok bahan membuat bubuk petasan kepada Mulyadi,” jelasnya.

Sementara itu, untuk industri rumahan petasan ketiga di Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Mojokerto, tim Unit Reskrim Polsek Sooko berhasil meringkus Roib (46), pada Minggu (2/5) bulan lalu.

“Keempat tersangka dijerat dengan pasal 1 ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951. Hukuman penjara paling lama 20 tahun sudah menanti mereka,” pungkas Kapolres. (Redk)

 378 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!