Polisi Temukan 9 Selongsong Peluru Jenis FN Dilokasi Penembakan Letkol Dono


ARYA-MEDIA, Jakarta – Kasus Penembakan yang menewaskan Letkol Cpm Dono Kusprianto, Satuan Puspomad, Kabag Lidpamfik sdirbinlidpamfik puspomad TNI AD oleh orang tak dikenal di Jl. jatinegara Barat Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018), Polisi sudah kantongi bukti bukti penguat untuk pengungkapan pelaku.

Dikabarkan polisi menemui sembilan (9) selongsong peluru jenis senjata FN di TKP. Menurut keterangan ismail saksi kejadian bahwa pada saat korban melintas di depan RS. Hermina, saksi melihat kurang lebih dua pelaku mengendari sepeda motor dengan cara berboncengan.

Baca Juga :  Karena Depresi, Kakek 76 Tahun Tewas Gantung Diri

Dikatakan Ismail, pelaku yang di belakang mengacungkan senjata mengarah mobil korban, kemudian terdengar dua kali tembakan, tepatnya di depan bank danamon pelaku menembak sebanyak 7 kali.

Mobil korban tetap melaju, sekitar 100 meter dari penembakan, mobil berhenti dan ditemukan korban meninggal dunia di dalam mobil.

Para pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor lainnya dan meninggalkan barang bukti sebuah sepeda motor saat kejadian terjatuh di TKP.

Baca Juga :  Hujan Disertai Angin Kencang, Robohkan Rumah Warga

Pada saat olah TKP, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan luka tembak pada bagian pipi sebelah kiri, leher dan dada. Saat ini korban telah di evakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk di lakukan Otopsi

Sedangkan kendaraan dinas nomor 2334- 34 berikut barang bukti 1 unit sepeda Motor N-Max Nopol B 4619 TSA di amankan di polres Jakarta Timur berikut barang bukti lainnya seperti sembilan (9) selongsong peluru jenis pistol FN.

Baca Juga :  Reformasi Birokrasi : Misi Pertama Kang Woto Sebagai Bupati Magetan

Polisi berhasil melacak pemilik sepeda motor yang di duga pelaku penembakan. Dari data yang kami terima, tercatat atas nama Jhoni Risdianto, pekerjaan TNI warga kramat jati, Jakarta Timur. (opan)

 1,206 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!