UA-163642268-1

Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Mafia Tanah Ratusan Milliar


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, berhasil membongkar sindikat mafia tanah dengan memalsukan dokumen pengajuan kepemilikan peta bidang atas tanah. Sindikat mafia tanah tersebut berhasil ditangkap jajaran Unit Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya, dengan tiga tersangka utama. Hal ini disampaikan Kapolresta Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, didampingi Kasatreskrim, dan Perwakilan Pengadilan Negeri Tanjung Perak, serta Perwakilan Pemkot Surabaya, dalam Pers Realise di halaman Polrestabes Surabaya, Kamis (10/06/2021).

Berawal dari tersangka berinisial DP, pemalsuan dokumen tersebut dimulai dari pengajuan permohonan peta bidang atas tanah, yang mana dalam proses permohonan pengukuran tertanggal 19 Desember 2019 lalu. Namun, DP telah melampirkan dokumen yang diduga palsu sebagai kelengkapan administrasi permohonan pengukuran sebagaimana dalam warkah.

Objek surat yang diduga palsu adalah Surat Pernyataan Penguasaan Fisik dan Yuridis Bidang Tanah per tanggal 10 November 2019, yang dibuat oleh DP dan menerangkan bahwa DP memiliki dan menguasai fisik bidang tanah Letter C 6 No. 197 yang terletak di Jl. Margomulyo.

Baca Juga :  Update Covid-19 Magetan : 9 Pasien Sembuh, 9 Orang Lainnya Terkonfirm Positif

Sementara, ada beberapa fakta yang menguatkan bahwa tersangka tidak memiliki hak penguasaan terhadap tanah tersebut, lantaran DP tidak memiliki dan tidak ada hak menguasai objek tanah yang dimohonkan peta bidang tersebut.

Selain itu, ada juga beberapa objek surat lainnya yang diduga dipalsukan terkait pernyataan pemasangan batas bidang tanah yang di tandatangani oleh tetangga di perbatasan 2 (dua) orang saksi dan ditandatangani oleh yang bersangkutan, yang dibuat pada November 2019 lalu. Sedangkan kenyataannya, yang bertanda tangan pada pemilik tanah sebelah timur bukan H Ichsan, namun atas nama Sukir,  yang bukan merupakan pemilik tanahnya.

Baca Juga :  Whisnu SB : Jika Semua TPS Dihitung Ulang, Negara Bayar Pengawas TPS Bakal Mubazir

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, dalam proses permohonan tersebut, tersangka DP juga dibantu oleh tersangka lain yaitu S dan SH. “Dimana mereka memiliki peran yang berbeda, ada yang mengurus pendataan atau kelengkapan surat-surat yang dipalsukan, ada juga yang berperan untuk mengetahui sebeluk-beluk data kepemilikan tanah tersebut dan beberapa peran lainnya,” jelas Kombes Pol Johnny Eddizon Isir.

Baca Juga :  APTI Sumringah : Musim Kemarau Membawa Berkah Bagi Petani Tembakau

Akibat perbuatan para tersangka, potensi kerugian yang diderita oleh ahli waris yang telah dimohonkan penerbitan peta bidang, dengan nilai kurang lebih 170- 476 Milliar. “Kami bersama tim gugus tugas pemberantasan mafia tanah akan terus berkometmen dan berkolaborasi dalam memberantas kasus mafia tanah di Surabaya,” tegas Kapolrestabes Surabaya, (10/06).

Sementara itu, Barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas berupa, Beberapa Copy Legalisir Warkah permohonan, Beberapa Copy Legalisir peta krawangan Persil, Surat Pernyataan Pengoperan Hak Tanah dan beberapa dokumen lainnya yang ditandatangani tidak sesuai dengan aslinya.

“Tersanka dikenakan pasal Perkara Pemalsuan Surat Jo. Turut serta melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP Jo. Pasal 55,56 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” pungkasnya. (Redk)

 380 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!