UA-163642268-1

Polri Memastikan, Informasi Jakarta Lockdown 12-15 Februari ‘HOAX’


ARYA-MEDIA| JAKARTA – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono memastikan pesan berantai alias boadcast message yang berisikan informasi DKI Jakarta akan lockdown total pada tanggal 12-15 Februari 2021, hoax alias palsu.

“Bahwa broadcast ini adalah tidak benar, broadcast ini adalah salah, dengan adanya broadcast yang tidak benar itu akan berdampak negatif bagi siapa saja,” kata Argo saat memberikan keterangan pers bersama Kemenkes di Jakarta, Jumat (5/2/2021).

Informasi yang dihimpun, pesan berantai tersebut, berisikan informasi lockdown atau penutupan total Ibu Kota Jakarta yang telah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Juga :  Peringati Hari Jadi Ngawi Ke-660, Tingkatkan Pembanguan Wujudkan "NGAWI RAMAH"

Dalam pesan Hoax tersebut juga terdapat himbauan agar masyarakat menyediakan bahan makanan, selama lockdown diberlakukan. Menurut Argo, pesan itu jug berisi informasi bila kepolisian akan menangkap langsung dan melakukan swab, kepada yang diketahui berada di luar rumah.

“Memang kontennya biasa saja, tapi isinya bisa bersifat menghasut membuat fitnah, dan kemudian hoax itu akan memicu emosi masyarakat, dan akan menimbulkan opini negatif yang mengakibatkan kegaduhan dan diintegrasi bangsa,” jelas Kepala Divisi Humas Polri, Jumat (5/2).

Baca Juga :  Kemeriahan Gebyar Festival "Kampoeng Pamelo" Desa Pojoksari

Sementara, Polri telah menangani sebanyak 352 kasus penyebaran berita hoax, dalam kasus pesan berantai dan mengingatkan potensi ancaman dan hukuman yang diterima kepada pelaku.

“Pelaku bisa diancam kurungan hingga 10 tahun lewat sejumlah pasal diantaranya, pasal 28 ayat 1 UU 11/2008, tentang ITE. Ada pula KUHP pasal 14 ayat 1, 2, dan tiga,” tegas Argo. (Redk)

 524 total views,  2 views today

Baca Juga :  Hasil Operasi Patuh Semeru 2019, Polres Ngawi Tangani 3.977 Pelanggaran


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!