UA-163642268-1

Pro Dan Kontra PPDB Sistem Zonasi, Dikpora Magetan Berikan Permendikbud Teranyar Sebagai Acuan


ARYA-MEDIA, Magetan – Mencermati dampak riuh ramainya juga pro dan kontra terhadap keputusan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistim zonasi, timbul banyak perpektif dalam menyikapinya. Bagi yang merasa diuntungkan, sistim ini adalah yang terbaik. Sedangkan bagi mereka yang dirugikan, sistim ini dipandang sebagai kebijakan yang meruntuhkan logika.

Demikian juga saat sistim zonasi dalam PPDB ini diterapkan, banyak wali murid yang protes, demo dan bersikap tidak terima. Karena merasa nilai UN anaknya tinggi namun tidak bisa masuk di sekolah yang mereka sebut Favorit. Padahal, pemerintah tidak pernah menyebutkan bahwa sekolah tersebut sebagai sekolah unggulan/favorite, justru masyarakatlah yang memberikan predikat tersebut pada sekolah tertentu.

Sebagai Informasi, PPDB dengan sistem zonasi tersebut, terdapat perubahan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendikbud Nomor 51 tentang PPDB 2019/2020. Hal itu dibuktikan dengan diterbitkanya Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tentang perubahan zonasi PPDB 2019. Yaitu, Pemerintah secara resmi telah merubah juknis PPDB terbaru yang didalamya terdapat perubahan atas zonasi yang tadinya 90 persen menjadi 80 persen.

Baca Juga :  Antisipasi WBC, Babinsa Sobontoro Bantu Petani Semprot Padi
Suroso, Kepala Bidang Pendidikan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan OlahRaga (Dikpora) Kab. Magetan.

“Benar, ada perubahan dalam pelaksanaan PPDB. Dan surat edaran itu sudah kami sampai kepada semua sekolah SD dan SMP Negeri yang ada di seluruh Magetan,” kata Kepala Dinas Dikpora Kab. Magetan, Joko Santoso melalui Suroso selaku Kepala Bidang Pendidikan, Kamis (27/6/2019).

Baca Juga :  Seorang Ibu Rumah Tangga Nekat Gantung Diri Akibat Depresi

Suroso menjelaskan, jadi dengan akan dilaksanakannya PPDB tahun ajaran 2019 /2020, kami menghimbau kepada seluruh sekolah di Kabupaten Magetan, agar menggunakan pedoman yang terbaru. Karena, peraturan tersebut merupakan juknis pelaksanaan PPPD sebagai petunjuk untuk pedoman pelaksanaan penerimaan peserta didik disekolah.

“Jalur zonasi paing sedikit 90 %, dirubah menjadi 80 %. Untuk jalur prestasi yang sebelumnya paling sedikit 5 % berubah menjadi 15 %. Sedangkang untuk jalur perpindahan tugas orang tua/wali masih tetap sama yakni sebesar 5 %. Semua itu tergantung daya tampung sekolah masing-masing,” terangnya.

Baca Juga :  Wujudkan Kamtibmas Aman dan Kondusif, Pemkab Bojonegoro Membangun “SEGITIGAMAS”

Lebih lanjut, Suroso mengatakan, terdapat pengecualian untuk dua (2) sekolah yang ada di Magetan, yaitu, SMP Negeri 1 Magetan dan SMP Negeri 1 Kawedanan, karena kedua sekolahan tersebut menjadi sekolah rujukan.

“Kecuali SMPN 1 Magetan dan SMPN 1 Kawedanan, karena menjadi sekolah rujukan, maka prosentase pelaksanaan PPDB sistem zonasi bagi kedua sekolah tersebut dibedakan. Hal itu sudah tertuang dalam Perbup yang sudah ditetapkan oleh Bupati,” pungkasnya. (ren)

 3,135 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!