Program Penggemukan Sapi Disnakan Magetan, Sebagai Penunjang Masyarakat


Magetan, Arya Media- Dinas Pakan Dan Perternakan (Disnakan) Kabupaten Magetan, mempublikasikan pada masyarakat magetan untuk peluang usaha, yaitu dibidang perternakan sapi lokal, Kepala Dinas (Kadin) Disnakan melalui seketaris Dinas (Sekdin), Peno S.sos menjelaskan,pada tim liput arya media, senin (13/12 /2017).

“bagaimana merawat dan menghasilkan mutu yang memuaskan, melalui penggemukan sapi khususnya sapi lokal, pakan sapi adalah nomor satu, karena pakan yang baik, akan sangat cepat menggemukan sapi tersebut. Masalahnya karena ada sebagian sapi yang cocok dengan beberapa jenis pakan, maka dari itu pembudidayaan harus pandai mencari pakan yang cocok untuk sapi, terutama dalam masa penggemukan sapi lokal tersebut”, ungkapan Peno S.sos.

Dalam hal ini, tidak semua orang berhasil dalam melakukan penggemukan sapi lokal, karena ketidaktahuan mereka dalam melakukan penggemukan, penggemukan sapi lokal tidak hanya dilakukan dengan cara memberikan pakan saja, namun pemberian vitamin juga harus dilakukan, agar sapi tetap sehat dan kebutuhan gizinya terjaga.

Contoh Peternakan Sapi Yang sudah Terprogram

“Dalam melakukan penggemukan ada beberapa syarat terutama pada pakannya, di kalangan masyarakat Magetan budidaya sapi masih minim dan usaha berternak sapi yang mempunyai era modern, kebayakan masih dengan menggunakan sistem tradisional dan dijadikan sebagai usaha sambilan”, imbuh Sekdin perternakan.

“Pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin meningkat sehingga jumlah permintaan dan kebutuhan daging juga tinggi, terutama daging sapi. Namun jumlah produksi daging sapi sekarang masih belum bisa memenuhi jumlah kebutuhan masyarakat akan daging”, Tegas Peno S.sos

Daging sapi yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yaitu daging sapi lokal. Sapi lokal merupakan sapi yang dipelihara dengan tujuan untuk diambil dagingnya. Dengan begitu tingginya permintaan produksi daging di masyarakat, sehingga pelaku usaha atau pembudidaya sapi lokal berpikir, bagaimana cara untuk menggemukan sapi lokal tersebut.

Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Magetan mengupayakan dalam pemenuhan kebutuhan daging ini melalui,  pembinaan, pengawasan, kepada masyarakat yang membudidayakan usaha di bidang ternak sapi, melalui kelembagaan kelompok ternak dan upaya sinkronisasi usaha HULU dan HILIR, sehingga kebutuhan masyarakat akan daging yang kwalitas, aman, sehat (ASUH) dapat yerwujud.

Masih dengan Sekdin Disnakan, “Indonesia itu, kaya dengan berbagai macam ternak, salah satunya adalah hewan ternak yang memiliki banyak keuntungan yaitu sapi, sapi merupakan hewan ternak yang memiliki banyak keuntungan bagi pemiliknya, diantaranya sapi dapat diambil susunya untuk dijadikan minuman olahan, daging dan kulit sebagai bahan makanan manusia, selain itu juga kulit sapi bisa diolah menjadi kerajinan tangan salah satunya tas kulit sapi. Selain menjadi bahan olahan makanan ataupun kerajinan, sapi juga bisa dijadikan alat transpotasi untuk menarik gerobak dan membajak sawah.” Tutur Peno S.sos, sebagai himbauan.

Kadin Disnakan, Drh. Kustini M.Si

Setelah menemui, Drh. Kustni M.Si, selaku Kadin Disnakan menghimbau, “Carilah pakan sapi yang memiliki kandungan gizi yang cukup untuk kebutuhan sapi tersebut, pakan haruslah mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Serta pakan tersebut dalam keadaan baik dan tidak tercemar kotoran atau bibit penyakit yang bisa merusak pakan tersebut. Untuk mencari pakan, carilah pakan di siang hari atau sore hari hal ini karena untuk menghindari telur cacing”, terangnya.

“Hijau pakan sangat baik untuk sapi, terutama pada masa penggemukan, hijau pakan yang dapat diberikan yaitu jenis rumput, siratro, lamtoro, gamal, centro dan limbah pertanian yaitu jerami. Pakan hijau bisa dijadikan pakan utama sapi, jadi pakan harus baru agar sapi mendapatkan gizi yang cukup untuk pertumbuhannya, pakan untuk penggemukan sapi harus diatur agar penggemukan sapi lokal tersebut sesuai target”, imbuh Kustini.

“Waktu yang cocok dalam pemberian pakan yaitu pukul 8 pagi, 12 siang, dan 5 sore, tiga kali dalam sehari merupakan standar pemberiaan pakan untuk ternak”, tutupnya.

Reporter : ipung agustina
Editor : Porto Folio

 2,838 total views,  7 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!