google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

Provinsi Madura : SDM dan SDA Telah Memenuhi Syarat Jadi Provinsi Ke-35 di Indonesia


ARYA-MEDIA | Surabaya – Secara geografis, antara Pulau Madura dan Pulau Jawa dipisahkan oleh Selat Madura. Tahun 2009, Jembatan Suramadu diresmikan sebagai penghubung dua pulau tersebut. Dan Pulau Madura memang memiliki ciri khas tersendiri.

Madura memiliki wilayah tertentu yang terpisah, memiliki sumber daya alam, memiliki kebudayaan khas. Dengan kondisi wilayah seperti itu, maka Madura layak menjadi daerah otonom atau seperti yang tengah digulirkan menjadi provinsi yang terpisah dari Jawa Timur.

“Keputusan untuk menyetujui wacana menuju pembentukan provinsi Madura, tergantung dari Pemerintah Pusat. Tentunya sebelum memutuskan, pemerintah memiliki beragam pertimbangan dan kajian,” kata Agung Santoso, selaku Ketua Forum Komunikasi Pemimpin Redaksi Media (FKPRM) Jatim.

Menurutnya, Pulau Madura selama ini memiliki kekayaan SDA (Sumber Daya Alam), seperti tambang minyak dan gas, hasil hutan dan perkebunan serta hasil tangkap ikan dan produksi garam. Selain itu sektor SDM (Sumber Daya Manusia) juga cukup memadai untuk melahirkan Provinsi Madura, karena banyak para cendikiawan, tokoh, pejabat, dan masih banyak lagi SDM berdarah Madura tersebar di Indonesia.

“Secara administratif, Pulau Madura memiliki luas 5.168 Km2 dengan populasi penduduk 3,7 juta, berkepadatan 706 jiwa/Km2. Pulau Madura memiliki 127 pulau dengan kepulauan terluas, seperti Pulau Kangean dan Pulau Masalembu. Pulau Madura juga memiliki bahasa Madura sebagai bahasa daerah,” jelasnya.

Masyarakat Madura mendambakan provinsi Madura, karena akan mempengaruhi percepatan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Niat  pemerintah pusat untuk menjadikan Madura provinsi, maka tidak lama lagi akan menjadi Provinsi ke-35.

Selain itu, Madura memang layak jadi provinsi, karena memiliki sederetan sumber daya alam dan SDM yang sangat cukup. “Kalau Madura jadi provinsi, maka harus memiliki visi dan misi budaya lokal dapat di pertahankan sebagai sumber dan obyek pariwisata.” Pungkasnya. (bersambung)

Oleh : Agung Santoso, Ketua FKPRM (Forum Komunikasi Pemimpin Redaksi Media) di Jatim

 1,331 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!