Proyek Jalan Tol Mantingan-Kertosono Berdampak Pada Petani Ditiga Desa


Ngawi, Arya Media – Masyarakat desa, khususnya para petani yang berada di 3 Desa, Grudo, Jururejo dan Watualang Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Layangkan surat keluhan pada Komisi I DPRD Ngawi terkait matinya saluran irigasi dan akses jalan ke sawahnya dari dampak proyek jalan Tol Mantingan – Kertosono.

Menanggapi surat keluhan masyarakat petani ditiga desa tersebut, Jumat (19/01/2018) Komisi I DPRD melakukan inspeksi mendadak ( Sidak ) di lokasi pertanian yang terdampak tol sesuai laporan warga, di dampingi kasun Cupo, Naryo, rombongan komisi di tunjukan lokasi terdampak tol yang hampir rampung pengerjaannya. “Sebenarnya pihak tol sudah membebaskan sebagian jalan yang keperuntukanya sebagai akses pertanian namun sampai sekarang belum direalisasikan dan lebih memprihatinkan rencana jalan pertanian terputus tidak sampai lokasi jalan besar. Akibatnya sisa tanah  pekerjaan tol irigasi pertanian warga terganggu“, ujar Naryo pada Siswanto (Komisi I DPRD).

Baca Juga :  Cawagub Nomor 1 Ngopi Bareng Bersama Pemuda Di Magetan

Menurut Naryo, sawah petani dari tiga desa di kecamatan Ngawi tersebut dengan luas sekitar 100 hektare, tidak tealiri air secara maksimal seperti layaknya pra proyek tol. Dan di saat musim panen nanti di pastikan cos untuk mendistribusikan hasil pertanian bertambah dua kali lipat dari sebelumnya, karena tidak adanya akses jalan pertanian seperti semula. Yang di kwatirkan  sebagai salah satu Kabupaten penyangga pakan nasioanl, petani terpaksa membiarkan sawahnya mengering tanpa ditanami akibat proyek tol.

Bahkan, menurut Naryo, pihaknya dengan beberapa petani di tiga desa sudah berupaya koordinasi dengan pihak satuan kerja proyek Tol, jalur irigasi dan jalan pertanian dalam desain tidak diakui atau dianggap tidak ada. Bahkan bisa di pastikan negosiasi hasilnya mentah, sehingga memaksa para petani menggelar demo ke masing-masing desa dan melayangkan surat pada DPRD Ngawi, memohon mediasikan dengan pihak tol terkaid nasib petani dan pertanian di tiga desa ke depannya.

Baca Juga :  Hasil Rapat Pleno Di KPU, Tim Pemenangan Menyatakan PRONA Resmi Sebagai Pemenang

Setelah melakukan pantauan secara langsung di lokasi pertanian berdampak tol, Siswanto mencatat semua temuan dan laporan dari petani ketiga desa tersebut. “Dari sidak hari ini komisi I fokuskan pada area-area persawahan yang terkena dampak tol tiga desa, dari temuan ini akan kita identifikasi apa saja yang harus diganti pihak waskita. Harapannya setelah tol ini jadi tidak menyisakan masalah karena harus di akui dampak dari tol ini sangat luar biasa, yang paling kelihatan berkurangnya luas sawah dan ketidak beraturannya irigasi dan hilangnya jalan membawa hasil pertanian karena tertimbun gundukan tanah bekas tol ini yang harus dihitung, karena problem sementara yang di keluhkan petani bisa diganti sebagai dampak tol ”. Ungkap Komisi I DPRD Ngawi.

Baca Juga :  Deteksi Dini Penyebaran Covid-19, Rapid Test Pedagang di 3 Pasar Tradisional

Pihaknya (Komisi I.Red) berharap Panitia Pembuat Kebijakan (PPK) Satker Tol untuk segera memperbaiki saluran dan akses jalan tersebut agar para petani bisa kembali mengerjakan sawahnya pada musim tanam tahun ini” pungkasnya. (BB/redk)

 615 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!