UA-163642268-1

PTSL Di Kabupaten Madiun Mayoritas Bertarif 400 Ribu Sesuai Kesepakatan


ARYA-MEDIA, Madiun – Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) di Kabupaten Madiun mayoritas bertarif 400 ribu, namun ada sebagian kecil desa masih bertarif 150 ribu. Entah brantah aturan mana yang dipakai hingga menimbulkan tarif yang berbeda.

Sesuai SKB 3 Mentri untuk wilayah Jawa Bali di angka 150, namun setelah ada SE Gubernur pemerintah desa membuat perdes dengan mengundang beberapa unsur yudikatif yang terkesan mengamini.

Seperti halnya di desa Mojorayung, Kec. Wungu, Kab. Madiun, mendapatkan 1000 bidang lebih untuk PTSL.

Baca Juga :  PDIP Resmi Usung Cucu Bung Karno, Dampingi Gus Ipul Dalam Pilgub Jatim

Saat di konfirmasi awak media menemui kades Mojorayung Widodo mengungkapakan, ” ini sudah sesuai kesepakatan pemohon PTSL untuk tarif 400 ribu, masalah legal penetapan tarif sesuai MoU bupati Madiun dengan pihak Yudikatif dan BPN Madiun”, tegas Kades Widodo

Dengan tarif 400 beralasan sudah di perdeskan berimplementasi dari SE Gubernur Jatim. Namun masih ada desa yang bertarif 150 ribu sesuai SKB 3 Mentri juga bisa berjalan dan cukup.

Baca Juga :  Pembukaan Jumbara Ke-2 PMR Dan PMI Tahun 2018, Ciptakan Relawan Pemuda Yang Profesional

Dengan tarif 400 ribu diduga adanya pembengkaan kebutuhan. “kalau 150 ribu kurang mas….buat beli ini beli itu” , ungkap sang Kades.

Sesuai hasil investigasi dibeberapa wilayah, mayoritas pembayaran PTSL di kab Madiun bertarif 400 ribu, sehingga mendapat apresiasi dari beberapa LSM untuk menindak lanjuti dan mempertanyakan dasar hukumnya untuk tarif 400 ribu.

“PTSL itu ya 150 ribu.. sesuai SKB 3 Mentri bukan beedasarkan SE Gubernur, karena SE itu bukan produk hukum. Di Indonesia itu kalau ada hukum di atasnya ya yang berlalu lebih tinggi, dan sangat di sayangkan desa membuat perdes mengenai pungutan PTSL berimplementasi dari MoU Bupati,” ujar Sekretaris DPW LSM Elang Putih Jatim.

Baca Juga :  Atasi Krisis Air Bersih : Desa Pitu Maksimalkan Pipanisasi SPAM

“LSM Elang Putih akan menindaklanjuti ke Kejaksaan Tinggi jatim terkait pungutan PTSL 400 ribu”, imbuh Sekretaris DPWLSM Elang Putih Jatim. (pra/redk)

 962 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!