Reformasi Birokrasi : Misi Pertama Kang Woto Sebagai Bupati Magetan


ARYA-MEDIA, Magetan – Dr. Drs. H. Suprawoto SH. MSi sebagai bupati terpilih untuk periode 2018-2023, membuka secara resmi acara lomba Baca Puisi tingkat mahasiswa se-Mataraman, dengan tema “Kidung Kaprawiran”, yang diadakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Magetan dan Sekolah Tinggi Agama Islam Magetan (STAIMA), Minggu (22/7/2018).

Bertempat di Agrowisata SAE PG. Purwodadi, Jl Raya Goldog, Kecamatan Karangrejo, Kab. Magetan, Suprawoto dengan kesederhanaan sekaligus mantan Sekjen Kominfo RI menyampaikan sambutannya. Menurutnya, event literasi seperti ini harus di budidayakan dan diberi wadah termasuk seni kebudayaan yang lainnya. Karena dengan aksi mahasiswa – mahasiswi Magetan telah mengekspresikan lewat lomba baca puisi khususnya di bidang sastra, dapat menciptakan kesenian lewat syair puisi.

Baca Juga :  Media Gathering Magetan 2019 , Ketua Dewan Pers "Mengutuk Keras" Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan
Dr. Drs. H. Suprawoto, SH. MSi, Sebagai Bupati Terpilih Periode 2018-2023.

“Di Indonesia itu keramahan dan ketentraman seperti barang mahal karena rasa itu tidak dipelihara, salah satu untuk memelihara adalah dengan sastra. Karena puisi itu suatu rangkaian kata yang indah, makanya event seperti ini harus diberi ruang yang seluas luasnya termasuk seni kebudayaan yang lain juga harus dipelihara, sehingga semua yang ada di Magetan itu mempunyai edit value. Semua itu berujuan untuk menciptakan keamanan, ketentraman dan kedamaian untuk masyarakat Magetan”, kata Suprawoto atau dikenal dengan Kang Woto.

Baca Juga :  Penemuan Jenazah di Area Pemakaman Gegerkan Warga Jonggrang

Saat dikonfirmasi Arya-Media terkait rencana untuk Magetan setelah pelantikan Bupati mendatang Kang Woto mengatakan, sebuah Pemerintahan kalau ingin maju dan berkembang harus dimulai dari pemimpinnya termasuk birokrasinya. Karena sebagai birokrasi itu harus melayani masyarakat bukan dilayani masyarakat.

“Yang perlu diperbiki di Magetan adalah reformasi birokrasi, kalau mau merubah Magetan harus merubah dari dirinya sendiri, dimulai dari birokrasinya. Dan birokrasi itu harus melayani jangan minta dilayani, termasuk Anggaran Pemerintah juga untuk rakyat bukan untuk birokrasi”, tutupnya. (ren/redk)

 1,176 total views,  3 views today

Baca Juga :  Aksi Penolakan Warga Pada Pembangunan "Peningkatan & Normalisasi Saluran Outlet Kalibutuh"


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!