UA-163642268-1

Rencananya, Pemkab Magetan Bakal Menyiapkan 10 Hektar Untuk LIK Yang Baru


ARYA-MEDIA, Magetan – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan untuk merelokasi Lingkungan Industri Kulit (LIK) ketempat yang baru, bakal direalisasi. Pasalnya, pihak Pemkab Magetan sudah merencanakan tempat yang baru untuk penyamak kulit dalam memproses produksi kulit lengkap dengan IPAL yang akan disediakan oleh Pemerintah Pusat melalui Gubernur Jawa Timur.

“Sesuai hasil diskusi bersama Pak Bupati, sebagai wacana untuk relokasi LIK yang baru, rencananya akan ditempatkan di area DAM Jati, Kecamatan Nguntoronadi. Rencananya,” kata Sucipto, Plt Kepala Dinas Industri dan Perdagangan (INDAG) Kab. Magetan, Selasa (16/4/2019).

Sucipto mengatakan, hasil dari kunjungan gubernur beberapa waktu lalu, Pemkab Magetan akan membangun LIK sendiri dengan ketentuan pihak Pemkab hanya menyediakan tempatnya saja. Sayangnya, tahapan perencanaan ini masih menunggu dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). “Pemkab yang menyediakan tanahnya, sedangkan Pemprov yang membangun LIK dan IPAL nya. Dan untuk anggarannya, nanti dari PAK dulu,” terangnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Serentak Anggota Polrestabes dan Polresta Polda Jatim
Foto Ilustrasi : Penyamak Kulit Di Lingkungan Industri Kulit (LIK) Kab. Magetan.

Sebagai informasai, Pemkab Magetan bakal menyiapkan lahan seluas 10 Hektar lahan untuk pembangunan LIK dari Pemprov Jawa Timur tersebut. “Untuk luasan areanya, Pemkab bakal menyiapkan lahan 10 Hektar,“ jelas Sucipto kepada Arya Media, (16/4).

Sucipto menjelaskan, Pemkab Magetan juga akan mengumpulkan para penyamak untuk dilakukan audiens membahas masalah LIK tersebut. “Nanti, kita juga akan mengumpulkan para penyamak. Yang jelas tahun ini untuk perencanaan tanahnya dulu. Dan semoga kedepannya, warga dapat sejalan mengenai harga tanahnya,’ ungkapnya.

Baca Juga :  TMMD-102 : Latihan Baris Di Luar Sekolah, Lebih Dinikmati Oleh Siswa

Menanggapi hal itu, Bupati Magetan Suprawoto membenarkan, bahwa rencana Pemkab untuk memindahkan LIK ke lahan yang baru, masih dalam proses kajian yang mendalam. Karena diperlukan aliran sungai yang terus mengalir sepanjang tahun.

“Masih dijajagi dulu, karena perlu aliran sungai yang terus mengalir sepanjang tahun. Dan wilayah tersebut, sebagai salah satu alternatifnya,” tutup Bupati Magetan. (ren)

 4,418 total views,  2 views today

Baca Juga :  Pemkab Magetan : Gelar Pawai Budaya 2018, Sebagai Ajang Kreasi Pelajar


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!