UA-163642268-1

Residivi Penipuan Asal Surabaya Kembali Ditangkap Polisi


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, berhasil menangkap resedivis 3 kal masuk bui, yakni seorang wanita penipu dengan kasus yang sama.

Perbuatan pelaku kali ini, dengan menawarkan investasi pembebasan lahan yang ada di daerah Osowilangun Surabaya Jawa Timur, dengan iming-iming mendapat keuntungan kepada korban.

Tersangka asal Surabaya tersebut bernama LY (48tahun), telah 3 kali menjalani hukuman atas kasus pencucian uang pada tahun 2005, 2006 dan 2011 lalu. Pun kembali diamankan Polisi dengan kasus yang sama.

“Korban menderita kerugian sebanyak Rp 48 miliar, dan modus tersangka dengan memberikan cek kepada korban, tapi setelah di cek ke Bank ternyata sudah tidak bisa dicairkan,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, saat Pers Realise di Mapolda Jatim, Kamis (6/5/2021).

Baca Juga :  10 Netizen Diamankan Polisi, Diduga Sebar HOAX Terkait Corona

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas berupa 7 lembar cek Bank BCA beserta 7 lembar surat keterangan penolakan dari Bank BCA Cabang Pembantu Kusuma Bangsa Surabaya, 2 mobil merek Toyota Fortuner VRZ tahun 2020, 4 unit mobil jenis Mercedes benz, 3 unit mobil Pick Up, 6 buah jam tangan berbagai merk, dan 3 tiga buah cincin Natural Blue Saphire, serta uang tunai sebesar Rp. 100 juta.

Baca Juga :  Acara Puncak HUT Magetan ke-344 Dimeriahkan Dengan Wayang Kulit Semalam Suntuk

Sementara itu, Wadirkrimum Polda Jatim AKBP Nasrun Pasaribu, menjelaskan bahwa, LY telah 3 kali menjalani hukuman dengan kasus yang sama pada tahun 2005, 2006 dan 2011 lalu. “Tersangka kini telah ditangani Polrestabes Surabaya,” jelasnya, Kamis (6/5).

Tersangka memiliki keahlian bisa mendekati seseorang bisa meyakinkan, korban akhirnya tidak sadar, dalam waktu 6 bulan secara bertahap tersangka memberikan uang sebanyak Rp. 48 miliar kepada tersangka.

“Dari barangbukti disini kita kenakan pencucian uang sehingga kita kenakan TPPU tersebut sehingga kita dapat mengembalikan aset daripada si pelapor, sehingga tidak hilang aset untuk bisa kita kembalikan kepada pelapor,” ungkapnya.

Baca Juga :  BOSDA Belum Bisa Mencukupi Kebutuhan Sekolah, Begini Tanggapan Dikpora Magetan

Selain itu, Nasrun juga mengungkapkan, bahwa tersangka juga menawarkan investasi tanah kepada korban, namun tanah tersebut ternyata fiktif. “Investasi itu sangat menjanjikan dan tanah tersebut mejadikan (korban) tergiur, akan tetapi setelah kita cek ternyata bukan punya dia, namun punya orang lain yang sedang dalam perkara,” ungkap Nasrun kepada awak media.

Akibat perbuatannya, tersangka YL dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang tindak Pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau pencucian uang dengan ancaman pidana 4 tahun dan 20 tahun,” pungkasnya. (Redk)

 354 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!