Revitalisasi Pasar Tradisional, Pemkab Magetan Resmikan “Pasar Takeran”


ARYA-MEDIA, Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab Magetan, berupaya mewujudkan program Kementrian Perdagangan RI dengan merevitalisasi pasar tradisional agar dapat berkembang serta mampu bersaing dengan pasar modern.

Dengan peresmian “Pasar Takeran” di Kecamatan Takeran Magetan, pasar tradisional tersebut bisa menjadi alternative dalam melakukan transaksi jual beli bagi masyarakat Magetan. Kamis (23/01/2020).

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Magetan Suprawoto beserta Wakil Bupati Magetan, Sekretaris Daerah Kab Magetan, Ketua DPRD Magetan, Anggota Forkopimda, Pimpinan Bank Jatim Cabang Magetan, Anggota Forkopimca, serta paguyuban pedagang pasar kecamatan Takeran.
.
Bupati Suprawoto secara langsung meresmikan Pasar Takeran yang terdiri dari 24 bedak, dengan penandatangan prasasti, dan pemotongan tumpeng, serta penyerahan secara simbolis kunci bedak pasar kepada ketua paguyuban pedagang pasar.

Tak hanya itu saja, penerapan E-retribusi pasar, juga bakal dilakukan Pemkab Magetan dengan menggandeng Bank Jatim Cabang Magetan, untuk menaikkan kuwalitas pasar tradisional di Magetan menjadi Pasar Standart Nasional Indonesia (SNI)
.
“Ketika membangun pasar tradisional, kebijakan harus memihak kepada rakyat. Maka dari itu, pembangungan toko-toko modern juga harus dibatasi. Dan Pemerintah juga akan melindungi pedagang pasar tradisional.,” kata Kang Woto, sebutan akrab Bupati Magetan Suprawoto, Kamis (23/01).

Bupati berharap, pasar tradisonal dapat menjaga kuwalitas barang dagangan serta pelayanan pedagang agar mampu bersaing dengan toko modern yang sudah menjamur saat ini. “Sajikan kuwalitas barang yang bagus termasuk pelayanan kepada pembeli, agar dapat bersaing dengan pelayanan di toko modern,” jelasnya.

Disisi lain, Kepala Disperindag Kabupaten Magetan, Sucipto menjelaskan bahwa, Pemkab Magetan terus berupaya meningkatkan kuwalitas pasar tradisional di Kabupaten Magetan, agar menjadi pasar daerah yang memiliki status Pra-SNI.

“Kedepan, Pak Bupati berharap, pada tahun 2023 nanti, seluruh pasar daerah di Kabupaten Magetan sudah berstatus Pra-SNI,” pungkasnya. (Ren)

 732 total views,  5 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!