Rugikan Pelanggan, Ratusan Pipa PDAM Rusak Akibat Galian Proyek


ARYA-MEDIA, Magetan – Akibat ulah pelaksana proyek dari rekanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruan (PUPR) Kabupaten Magetan, membuat amburadul sistem perpipaan milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lawu Tirta Magetan. Hal itu disebabkan terjangan alat berat (bego) dalam proses penggalian pada pembangunan drainase dan pelebaran jalan di beberapa titik lokasi yang tersebar di Kabupaten Magetan.

Akibat ulah tersebut, berimbas kepada pelayanan masyarakat dalam pasokan air bersih kepada pelanggan. Karena terdapat 500 titik pipa yang rusak, sedang dalam perbaikan oleh tim lapangan PDAM.

“Mampetnya air itu, karena perbaikan pipa yang lama. Kalau ditotal kerusakannya, semuanya ada sekitar 500 titik yang tersebar di seluruh Kabupaten Magetan, “kata Wiyono, Direktur Teknik PDAM Lawu Tirta Magetan, Kamis (05/12).

Wiyono mengungkapkan, banyaknya pipa yang rusak yang dapat merugikan pelanggan, karena kurangnya koordinasi rekanan proyek DPUPR saat melakukan penggalian. Sehingga material proyek banyak yang masuk pipa dan menyumbat aliran air menuju ke pelanggan.

“Seharsnya, rekanan pelaksana harus lebih komunikatif, sehingga ketika ada masalah langsung kita tangani. Tidak seperti ini, pipa sudah rusak baru ngabari, materialnya juga masuk ke pipa. Akhirnya kita yang repot, karena harus mencari titik mana yang tersumbat,” ungkapnya.

Selain itu, karena posisi pipa yang berada di lahan wewenang dinas PUPR Magetan, apabila terjadi kerusakan pada pipa tersebut, selama ini tidak pernah ada ganti rugi dari pihak pelaksana proyek untuk mengganti perbaikan atau pembelian pipa yang rusak.

“Selama ini tidak pernah ada ganti rugi sama sekali dari pihak rekanan. Bila ada pipa rusak, kita langsung perbaiki, bahkan sampai malam sekalipun. Hal itu adalah untuk pelayanan kepada masyarakat,”  jelas Wiyono, (05/12).

Wiyono berharap, kejadian rusaknya ratusan pipa di Kabupaten, kedepan para rekanan bisa lebih komunimatif lagi dengan PDAM, untuk dapat meminimalisir perbaikan pipa agar tidak terlalu lama.

“Harapan saya kedepan, rekanan bisa lebih kooperatif dan komukatif lagi dengan PDA. Tidak usah pakai surat, dengan lisan juga tidak apa-apa, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya. (redk)

 574 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!