google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Wilayah Mataraman Diresmikan Langsung Gubernur Jatim


ARYA-MEDIA | MADIUN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, meresmikan langsung Rumah Sakit Lapangan Joglo Dungus Madiun, tepatnya di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun Jawa Timur, Rabu (3/2/2021).

Pembangunan RS Lapangan Joglo Dungus Madiun, sebagai upaya untuk memperluas pelayanan rujukan pasien Covid-19 dalam memutus mata rantai penyebaran Corna Virus Desiase 2019 (Covid) di wilayah Mataraman Jawa Timur.

Rumah Sakit rujukan yang dulunya merupakan bekas sanatorium atau tempat rehabilitasi bagi pasien Tuberkulosis (TBC), memiliki 150 tempat tidur (bed) diantaranya terdiri dari ruang perawatan dengan hepafilter, 5 unit joglo, 3 rumah limasan, serta ruang High Care Unit (HCU) yang mampu menampung 7 bed.

Baca Juga :  Penyaluran BLT DD di Wilayah Probolinggo, Abaikan Protokol Kesehatan

Sementara, fasilitas pendukung seperti command center, ruang radiologi, laboratorium, poliklinik, area jogging track,  mushola, serta tempat relaksasi juga tersedia di Rumah Sakit Rujukan untuk pasien Covid-19 tersebut.

Gubernur Khofifah berharap, Rumah Sakit tersebut bisa mampu memberikan pelayanan percepatan kesembuhan bagi pasien Covid-19, tidak hanya di Kabupaten maupun Kota Madiun. Namun juga dapat menampung wilayah Mataraman seperti Nganjuk, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, Magetan dan sekitarnya.

“Dengan lokasi yang berada di area alam terbuka dengan udara yang sejuk, harapanya mampu memberikan terapi psikologis kepada pasien Covid-19 agar lebih tenang dan bahagia. Sehingga imunitas mereka meningkat dan cepat sembuh,” kata Gubernur Jatim, Rabu (03/02).

Baca Juga :  Kunjungi RSUD Sidoarjo, Menteri Kesehatan Apresiasi Layanan PSC 119

Berbeda dengan dua rumah sakit lapangan Covid-19 Pemprov Jatim yang telah lebih dulu beroperasi seperti di Indrapura Surabaya dan Ijen Boulevard Kota Malang. Menurut Khofifah, Rumah Sakit Lapangan Joglo Dungus ini memiliki bangunan dan lingkungan alam yang sangat asri. Sehingga, memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif di luar dari kualitas pelayanan.

“Suasana keindahan di Dungus menjadi bagian penting untuk pasien Covid-19, karena mereka butuh suasana paikologis yang membuat happy dan tenang. Jadi suasana seperti ini menjadi bagian dari support untuk memberikan percepatan penyembuhan bagi pasien Covid-19,”terang Khofifaah kepada awak media, (03/02).

Baca Juga :  Pembukaan Pendidikan Kader Penggerak Nahdatul Ulama (PKPNU) MWCNU Kecamatan Karangrejo Magetan

Selain itu, pelayanan dengan format rumah-rumah joglo dan limas di rumah sakit tersebut menjadi suatu inovasi tersendiri untuk berseiring dengan lingkungan. “Hal ini bisa menjadi motivasi bagi pasien agar cepat sembuh dan mampu mensupport para nakes dalam memberikan layanan,” jelasnya.

Khofifah juga berharap, peresmian RS Lapangan Joglo Dungus menjadikan ikhtiar dalam upaya mempercepat layanan dan  memutus mata rantai penyebaran Covid-19, terutama di wilayah Madiun Raya dan Mataraman. “Jadi rumah sakit ini tidak hanya bagi warga Kab/kota Madiun, tapi juga wilayah lain apalagi Magetan, Ngawi dan Nganjuk sempat menjadi zona merah pada Januari lalu,” pungkasnya. (UTG/Redk)

 460 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!