UA-163642268-1

Satpol PP Berikan Teguran Keras Pengelola Karaoke 999


ARYA-MEDIA, Kota Blitar – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Blitar memberi teguran keras kepada pengelola tempat karaoke 999. Teguran ini diberikan setelah tempat karaoke di Kelurahan Bendogerit ini nekat memindah sendiri spanduk pengumuman yang dipasang Satpol PP,  di pagar masuk tempat karaoke tersebut.

“Kami beri teguran keras kepada pengelola. Apapun alasanya kalau mau dipindah harus atas sepengetahuan Satpol PP. Yang berhak memasang melepas atau bahkan memindah itu Satpol PP,” kata Plt Kasatpol PP Kota Blitar, Juari, Kamis (10/01/2019).

Baca Juga :  JKF 2019 Sukses di Magetan, Ditutup Sekjen Kementrian Kominfo RI Dengan Wayang Kulit

Lebih lanjut Juari menyampaikan, awalnya Satpol PP mendapatkan informasi pelepasan spanduk dari warga sekitar. Kemudian pihaknya meminta petugas untuk mengecek ke lapangan. Ternyata spanduk itu benar-benar dilepas dan dipindah sendiri oleh pengelola.

Kami dapat informasi lalu langsung cek lokasi ternyata benar dipindah sendiri oleh pengelola,” tandasnya.

Menurut Juari, alasan pengelola memindah spanduk pengumuman penutupan karaoke, karena posisinya dipasang di pagar tempat tinggal. Karena di lokasi karaoke ternyata juga digunakan untuk tempat tinggal. Sehingga pengelola memindah spanduk yang dipasang di pagar ke bagian halaman tempat karaoke.

Baca Juga :  Karena Masalah Keluarga, Warga Ngawi Nekat Mengakhiri Hidupnya Dengan Cara Gantung Diri

Juari menyebut, selama masa evaluasi, petugas akan terus mengawasi sejumlah karaoake. Apabila ditemukan tempat karaoke yang nekat buka, petugas akan memberikan sanksi tegas berupa penutupan tempat karaoke itu selamanya.

“Petugas akan terus melakukan patroli untuk mengecek sejumlah karaoke itu. Kalau ada yang nekat buka, akan kami tutup selamanya,” pungkasnya. (FJR-AT/ops)

 1,922 total views,  6 views today

Baca Juga :  Serap Aspirasi Warga, LSM Elang Putih Peduli Bencana Tiris Probolinggo


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!