Satreskrim Polres Ngawi Tangkap Pelaku Pembunuhan Terencana


AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Menunjukkan Barang Bukti Saat Press Release.

Ngawi, Arya Maedia – Satreskrim Polres Ngawi yang dipimpin AKP. Maryoko, SH telah berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terencana dalam hitungan hari. Korbannya adalah seorang janda wanita kaya sebut saja S (53) warga dusun Jambe Rt 11 Rw 05 desa Ngale kecamatan Paron kabupaten Ngawi, yang ditemukan pada hari Jum’at (22/12/17) di sungai dusun Blawung Rt 15 Rw 06, desa Gending kecamatan Balerejo, kabupaten Madiun.

Saat Press Realese di Mapolres Ngawi, Kamis (28/12/17) Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, SH. SIK. MH, kepada medi menjelaskan, dari hasil olah TKP dan penyelidikan pelaku yang sudah diketahui indentitasnya, seorang pria berinisial BR (20) dan wanita berinisial NI (28), keduanya warga desa Paron, kecamatan Paron, kabupaten Ngawi.

Pertama kali tersangka BR ditangkap petugas di Ngawi, dari tertangkapnya BR setelah ditelusuri dan dilakukan penyelidikan, diketahui bahwa NI melarikan diri keluar kota dan berhasil di tangkap petugas di rumah saudaranya di kota Bekasi, Jawa Barat.

“Kami membentuk Tim untuk berangkat ke Bekasi, setelah kita selidik disana mendapat informasi bahwa NI berada di wilayah Bekasi di rumah keluarganya, setelah Itu kita lakukan penangkapan tanpa perlawanan”, ungkap AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Menurut Kapolres, “Motifnya adalah karena sakit hati dihina oleh korban terkait masalah utang yang masih tersisa 3 juta belum bisa dibayar oleh pelaku, total hutangnya sebesar 7 juta. Merasa sudah enam bulan menunggak belum dibayar juga, korban datang ke rumah pelaku untuk menagih. Karena pelaku tidak bisa membayar saat itu juga, korban langsung marah dan melakukan penghinaan terhadap pelaku”, terang AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

AKBP MB. Pranatal Hutajulu juga menerangkan, “Pada saat korban datang pelaku sudah menyiapkan mobil rental untuk membawa si korban, ini merupakan pembunuhan yang direncanakan. Korban meninggal akibat kekerasan fisik yang dilakukan pelaku, selain lehernya dicekik dan ditindih, mulutnya juga ditutup dengan lakban” tuturnya.

Atas perbuatannya, karena pelaku telah menghilangkan nyawa seseorang secara berencana, dijerat dengan pasal berlapis antara lain, pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP Sub Pasal 365 ayat 2 ke 2e dan ayat 4 Sub Pasal 351 ayat 3 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun. (Den/Redk)

 3,943 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!