UA-163642268-1

Segera Ditertibkan : Aksi Protes P3SM Kepada Pedagang Tanpa Identitas Di Pasar Sayur Magetan


ARYA-MEDIA, Magetan – Kabar protes Paguyuban Pedagang Pasar Sayur Magetan (P3SM) yang dikomandoi Azis selaku ketua paguyuban, masih seperti benang kusut. Pasalnya, usaha P3SM untuk menertibkan pedagang tanpa identitas yang berada di luar pelataran pasar sayur, masih belum mendapat kejelasan dari Pemerintah Kabupaten Magetan.

Beredar kabar juga bahwa pedagang yang berjualan diluar P3SM, ikut berpartisipasi membayar pungutan retribusi sebesar Rp 2000 yang disetorkan kepada Disperindag Kabupaten Magetan.

“Mendapati laporan dari anggota yang usahanya sepi, kami sudah sampaikan dengan melayangkan surat kepada Pak Bupati untuk ditindak lanjuti. Suratnya kami kirim tanggal 4 Februari kemarin”, kata Asis ketua P3SM, Selasa (26/2/2019).

Baca Juga :  Kapolres Magetan Himbau Masyarakat Tunda Hajatan

Ketua paguyuban mengatakan, kalau surat kami tidak ditanggapi dengan terpaksa akan melakukan aksi demo. “Kita nunggu dulu mas, kalau tidak ada respon dari intansi terkait, dulur pasar terpaksa demo”, ungkapnya.

Sucipto, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Magetan

Saat dikonfirmasi kepada Plt Kepala Disperindag Sucipto, melalui Kabid Pasar Darmaji mengatakan, setelah munculnya berita di media kami langsung melakukan koordinasi dan pembinaan dengan para pedagang dan P3SM tersebut. Sedangkan untuk pungutan retribusi kepada para pedagang yang mangkal diluaran pelataran pasar, diakui oleh Disperindag bahwa itu berlaku bagi semua para pedagang yang melakukan perdagangan di pasar tersebut.

Baca Juga :  Magetan Zona Merah, Satgas Covid-19 Melakukan Operasi Yustisi Perkantoran

“Memang benar, selain didalam pasar untuk pedagang yang berjualan diluar paguyuban tersebut juga ditarik retribusi, tapi hanya 27 pedagang saja, bukan ratusan. Dan kami akan segera melakukan pembinaan dan penertiban”, terang Darmaji (26/2).

Darmaji menjelaskan, Disperindag Kab. Magetan akan segera menertibkan 27 orang tersebut untuk berjualan di dalam pasar agar lebih tertata lagi. “Karena keterbasan tempat, maka dari 27 pedagang tersebut akan segera bergabung ke dalam pasar dengan menempati pelataran di sela-sela bidak/kios. Dan hari ini tadi, beberapa pedagang juga ada yang sudah masuk ke dalam pasar”, pungkasnya. (ren)

 3,890 total views,  2 views today

Baca Juga :  PTSL Di Kabupaten Madiun Mayoritas Bertarif 400 Ribu Sesuai Kesepakatan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!