UA-163642268-1

Selain Sepi Pengunjung, Banyak Sampah Di Pinggiran Telaga Wahyu


ARYA-MEDIA, Magetan – Hingar bingar “Festival Gebyar Labuhan Sarangan”, membuat ramai di beberapa media maupun di dunia maya khususnya media sosial (Medsos). Acara yang diselenggarakan pada hari Minggu 5 Mei 2019, sejak pagi sudah dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan fetival rutin tahunan, maupun para wisatawan yang ingin berlibur menikmati panoram alam di bawah gunung lawu Magetan.

Namun, berbeda jauh dengan Telaga Wahyu yang berada di bawah tempat wisata yang menjadi icon Magetan (Sarangan red). Suasana yang sejuk nan indah, berbanding terbalik dengan kondisi Sarangan yang konotasinya sebagai tempat Wisata. Tak hanya itu saja, Telaga Wahyu yang sudah dikucuri dana milyaran rupiah tersebut, masih tampak sepi dengan bangunan yang mangkrak dan terlihat kotor.

Hasil dari Pantauan Arya Media, banyaknya sampah yang berada di pinggiran Telaga Wahyu, membuat suasana yang seharusnya nyaman dan asri, menjadi kumuh seperti tidak terawat.

Baca Juga :  Tasyakuran Bersih Desa dan Larung Sesaji di Telaga Sarangan
Foto Telaga Wahyu Tampak Atas : Indahnya Panorama Alam Yang Terlihat Sejuk Dan Asri.

“Banyaknya sampah tersebut, merupakan kiriman dari mata air yang berada di sisi barat telaga. Dan setiap hari juga dibersihkan oleh petugas kebesihan yang membersihkan di Telaga, namun masih saja banyak sampah yang mengapung di pinggiran telaga. Sudah tempatnya sepi, kotor lagi…,” kata juru parkir (Jukir) yang berada di Telaga Wahyu.

Baca Juga :  Sosialisasi CSR Bagi Perusahaan Plat Merah Dan Swasta Untuk Peduli Sesama

Saat dikonfirmasi kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kab. Magetan, melalui Kepala Bidang Pariwisata Hadi Sumarno membantahnya, terkait dengan banyaknya sampah di Telaga Wahyu, karena tidak adanya petugas kebersihan. Dan mengenai hal itu, pihaknya sudah memikirkan terkait perawatan dan kebersihan di telaga tersebut. “Terkait sampah, hal itu sudah kita pikirkan, dan pihak kami sudah mengajukan kerjasama dengan OPD terkait untuk mengatasi masalah tersebut,” ungkapnya kepada Arya Media, Minggu (5/5/2019).

Hadi menjelaskan, optimalisasi dalam menjaga tempat wisata telaga Wahyu merupakan tanggung jawab bersama untuk merawat dan melestarikannya. seperti halnya telaga Sarangan yang senantiasa bekerja bersama untuk membersihkan sampah yang ada di telaga. “Kami sudah koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menyediakan tangki sampah sebagai penampungan. Dan kami juga akan bekerja sama dengan DLH untuk sama-sama memikirkan tenaga kebersihan dalam mengatasi sampah tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Kades Bayem Taman Lantik Kaur, Harus Mampu Tingkatkan Mutu & Kualitas Kinerja Pemdes

Diberitahukan bahwa, banyak potensi Wisata yang ada di kaki gunung lawu, semua itu merupakan potensi wisata yang ada di Magetan. Selain telaga wahyu dan sarangan, banyak tempat wisata lainnya yang menjadi jujukan para wisatawan untuk mendatanginya. Tapi, harus menyediakan tempat dengan nuansa yang bagus dan bersih demi kenyamanan para pengunjung. (ren)

 2,488 total views,  10 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!