UA-163642268-1

Sesuai Perintah Bupati, Satpol PP Berikan Waktu 3 Hari Untuk Menutup Warem Di Desa Malang


ARYA-MEDIA, Magetan – Keinginan Pemerintah Desa (Pemdes) Malang, Kecamatan Maospati, Kab. Magetan, meminta Pemkab Magetan untuk menutup warung remang-remang (Warem) yang beralih fungsi menjadi tempat hiburan malan, akhirnya menemui titik terang.

Hari ini, Selasa 2 April 2019, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar mengumpulkan semua pemilik kios yang di duga menjual minuman keras (Miras), panti pijat dan tempat karaoke, untuk mediasi dan diberikan pembinaan. Sedangkan Bapati Magetan Suprawoto, telah menginstruksikan kepada Satpol PP untuk melakukan tindakan tegas karena telah menyalahi aturan dan tidak berijin.

“Sesuai perintah Bupati Magetan, kami memberikan waktu tiga (3) hari kepada pemilik kios, untuk melakukan penutupan sendiri warung tersebut. Apabila dalam waktu 3 hari tidak digubris, maka kami yang akan menutup paksa tempat itu”, kata Chanif Tri Wahyudi, Kasat Pol PP dan Damkar Kab. Magetan, Selasa (2/4).

Baca Juga :  Menjelang Tugasnya Berakhir, Anggota Satgas TMMD-102 Berpamitan Pada Masyarakat
Chanif Tri Wahyudi, Kasat Pol PP dan Damkar, Kab. Magetan.

Menurut Chanif, dari 20 kios yang berada di Desa Malang, Kec Maospati, tepatnya di jalan raya Maospati-Ngawi, hanya terdapat 9 kios yang menyalahi aturan. “Setelah saya selidiki, dari 20 kios tersebut, hanya 9 kios yang beralih fungsi. Yakni menjadi tempat karaoke, panti pijat dan menjual miras”, jelasnya kepada Arya-Media.Com.

Baca Juga :  Dalam Mengisi Kekosongan Perangkat, Kepala Desa Randusongo Melantik 3 Perangkat Sekaligus

Ditempat terpisah, Kepala Desa Malang, Sukardi, mengamini terkait penutupan warem dengan tenggang waktu tiga hari. Hal itu, sesuai dengan keinginan Pemdes Malang beserta masyarakat, agar secepatnya Pemkab bertindak untuk melakukan penutupan, karena sudah meresahkan warganya.

“Memang benar, pemilik kios diberi waktu 3 hari untuk menutup sendiri warungnya. Dan kami sangat lega dengan adanya kabar tersebut, karena ini mau mendekati bulan puasa, kami tidak ingin warga masyarakat terganggu dengan adanya warung yang menjadi tempat hiburan malam”, ungkap Kepala Desa Malang, (2/4).

Baca Juga :  Jalan Berlubang Antar Provinsi di Ngawi Memakan Korban

Diberitakan sebelumnya, bahwa warung atau kios yang berada di pinggir jalan, tepatnya di jalan raya Maospati-Ngawi, telah beralih fungsi menjadi warung remang-remang atau tempat hiburan malam. Diduga kuat warung tersebut telah menjual Miras dan menyediakan wanita penghibur atau PSK. (ren)

 1,912 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!