Sesuai SKB Menteri : PTSL Di Desa Guyung Menarik Biaya 150 Ribu Saja


ARYA-MEDIA, Ngawi – Sesuai arahan Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor: 25/SKB/V/2017, Nomor: 590-3167A Tahun 2017, Nomor: 34 Tahun 2017 tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis.

Pemerintah Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Kab. Ngawi, bersama BPN Kab. Ngawi, menggelar sosialisasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun anggaran 2019, dalam memenuhi kebutuhan hak atas tanah bagi masyarakat, Kamis (31/1/2019).

Baca Juga :  Mantan Pidana : Kepala DPMD Magetan Minta Panitia Pilkades Bertindak Tegas

Sosialisasi yang dilakukan selama 2 hari berturut-turut, dimulai tanggal 30-31 Januari 2019 berjalan dengan lancar, di pendopo Desa Guyung, Kec. Gerih, Ngawi. Yang dihadiri langsung dari BPN Kab. Ngawi, perwakilan Kejaksaan, Polsek Gerih, Danposramil, Kepala Desa dan seluruh perangkat Desa Guyung, beberapa panitia PTSL, Toga dan Tomas, serta warga masyarakt Desa Guyung.

“Sesuai arahan BPN bahwa PTSL di Desa Guyung panitia menarik biaya Rp 150 ribu perbidang, biar tidak ada masalah dikemudian hari mas”, tutur salah satu perangkat Desa Guyung di kantornya.

Baca Juga :  Pengemudi Vario Senggol Bak Truck, Kakinya Terlindas Hingga Luka Parah

Saat dikonfirmasi Kepala Desa (Kades) Guyung, Sukamto mengatakan, pihak Desa hanya memfasilitasi agar program tersebut dapat berjalan dengan lancar. Perihal biaya dalam proses pembuatan sertifikat Kades Guyung menyarankan kepada panitia dilakukan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri yang sudah ditetapkan.

“Tentunya pihak Desa mendukung penuh program tersebut, perihal pelaksanaannya kami serahkan kepada panitia”, kata Kades, (31/1).

Sukamto berpesan kepada panitia untuk tidak memungut biaya selain Rp.150 ribu tersebut, agar berjalan sesuai apa adanya. “Saya hanya berpesan kepada panitia untuk tidak melakukan penambahan biaya terkait pendaftaran sertifikat masal tersebut. Dan panitia hanya menarik biaya sebesar Rp.150 ribu sesuai ketentuan yang berlaku”, terangnya kepada Arya-Media.

Baca Juga :  Tabrakan Kereta Api Vs Truk Akibatnya 1 Orang Tewas Di Tempat

Saat ditanya kenapa beda dengan Desa lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Gerih yaitu sebesar Rp.150 ditambah Rp.75 ribu dengan total Rp 225 ribu perbidang tanah, Kades Sukamto menjawab, “Opo anane wae mas” pungkas Sukamto dengan logat jawanya yang berarti ‘Apa adanya saja’. (ren)

 3,085 total views,  20 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!