google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

Setahun Berlalu…!!! Proses Penyelidikan Laporan Wartawan Dihentikan Polres Sumenep


ARYA-MEDIA | Sumenep – Laporan oleh Erfandi wartawan Penarakyatnews, yang sempat viral di media beberapa waktu lalu, berujung gigit jari. Setahun lebih kasus bergulir, namun baru tahapan lidik yang dilakukan oleh reakrim Polres Sumenep.

Apa kasus ini sesulit kasus Gedung Dinkes yang juga di tangani oleh Polrea Sumenep….?

Hal itu mendapat tanggapan dari Majelis Pers Nasional (MPN) Jawa Timur, melalui bidang pembinaan wartawan, Suprapto, juga ikut heran dengan kinerja polres Sumenep, Madura Jawa Timur.

“kasus laporan ini sempat menjadi skala prioritas kami demi menjujung harkat dan martabat profesi jurnalistik. Tidak ubahnya pers sekarang seperti anak tiri, ketika bapak butuh dengan berita pencintraan, pastinya halo halo kepada awak media. Namun jika wartawan tersandung permasalahan, menurut kami terkekang aturan yang ini dan itulah, dan ini layak dipertanyakan kemahiran penyidik polres Sumenep,” ujar Suprapto yang juga anggota MPN bidang pembinaan wartawan.

Diketahui bahwa, laporan sejumlah wartawan tercatat di Laporan Polisi nomor: LP/112/VII/2019/Jatim/Res Smp, tertanggal 31 Juli 2019, tentang tindak pidana menghambat tugas profesi Wartawan yang tercantum dalam pasal 18 UU No.40 tahun 1999 dan melecehkan nama profesi Wartawan, terkait sebutan “Wartawan banci dan Wartawan nol kecil” yang dilontarkan oleh dua karyawan RSI didepan orang banyak di area Rumah Sakit.

Dengan hanya melalui lembaran surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan dengan nomor : B/351/SP2HP Ke-5/X/2020/Reskrim, tertanggal Sumenep 22 Oktober 2020, yang dikirim lewat petugas Point of Sale (POS) ke-alamat Pelapor pada tanggal 03/11/2020, menerangkan bahwa proses penyelidikan terhadap perkara tersebut telah dihentikan.

Atas kejadian tersebut, Ach Supyadi SH. MH, selaku Pengacara team 16 menilai Penyidik Polres Sumenep diduga tidak profesional, dan terkesan mengabaikan laporan dari sejumlah Wartawan yang merasa profesinya dilecehkan di depan banyak orang oleh Heru Oktafianto, A. Md dan Didik karyawan Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget.

“Kalau hanya lidik waktunya sampai 1 tahun lebih, Penyidik Polres Sumenep enggak banget. Artinya institusi sekelas Polres melakukan lidik kemudian menghentikan perkara itu sangat jauh dari profesional,” ungkapnya.

Selain itu, lidik itu tidak perlu lama-lama kalau memang tidak cukup bukti dan tujuannya untuk dihentikan. Waktu sebulan atau dua bulan saya rasa cukup, sehingga saya menilai ini cenderung ada pengabaian terhadap laporan wartawan tersebut. “Penyidik Polres Sumenep tidak profesional banget.” Tegas Ach Supyadi SH. MH, kepada awak media.

Ach Supyadi SH.MH, menilai, kinerja Penyidik Polres Sumenep nol kecil, karena perkara laporan tersebut ringan dan mudah. Sehingga tidak perlu membutuhkan waktu yang sangat lama dalam melakukan lidik kalau ujungnya hanya memberhentikan proses hukumnya.

“Saya nilai kinerja Penyidik Polres Sumenep nol kecil, Kalau urusan laporan yang mudah lidiknya sampai 1 tahun lebih, jadi tidak profesional banget.” tuding Ach Supyadi SH. MH.

Sementara, atas pemberhentian penyidik Polres Sumenep, guna untuk mencari keadilan yang seadil-adilnya, pihak biro hukum media dari pelapor akan menindak lanjuti persoalan tersebut kepada Biro Pengawasan Penyelidikan Polda Jatim bahkan ke-Mabes Polri,” tegasnya. (FAN/Har)

 1,410 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!