UA-163642268-1

Setelah 20 Tahun Mengabdi, Orang Nomor Satu di Ngawi Purna Tugas


ARYA-MEDIA | NGAWI – Menjadi moment tak terlupakan. Setelah 20 tahun mempimpin roda Pemerintahan Kabupaten Ngawi, hari ini Rabu 17 Februari 2021, Bupati Ngawi Budi Sulisyono yang akrab dipanggil Mbah Kung, memasuki masa purna.

Bertempat di Pendopo Widya Graha, hari ini dilakukan acara seromonial pelepasan orang nomor satu di Kabupaten Ngawi. Mantan Bupati tersebut juga diarak dari pendopo sampai pintu masuk alun-alun dengan berjalan kaki bersama jajaran Forkopimda. Selain itu, mengingat masih pendemi Covid-19, acara tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehaan ketat dan undangan terbatas.

Setelah sampai di rumah kediaman di Jalan Hassanudin, mantan Orang nomor satu di Ngawi tersebut menceritakan awal perjalanan karier mulai menjadi Wakil Bupati Ngawi,   hingga menjadi Bupati.

Baca Juga :  Iseng Curi Hp di Tempat Billiar, Pemuda Asal Magetan Ditangkap Polisi

“Ketika masuk pemerintahan bukan dari dunia Politik, tapi dari dunia profesional BUMN. Termasuk istri saya, dulu pernah bersama bekerja di Samarinda, dan tidak mempunyai cita-cita jadi penggerak Ketua Ibu-ibu PPK,” kata Budi Sulistyo, Rabu (17/2/2021).

Pertama kali masuk di wilayah Kabupaten Ngawi, Budi Sulistyo bukanlah siapa-siapa, dan bukan apa-apa, serta belum bisa apa-apa. Mantan Bupati yang menjabat 2 kali berturut-turut tersebut, telah menghiasi roda pemerintahan selama 10 tahun lamanya.

Baca Juga :  Kandas, Peresmian Tol PASPRO Di Akhir Tahun 2018 Belum Terealisasi

“Pertama kali hanya mampu mendengarkan mereka. Alhamdullah meraka mau berbicara, kalau meraka tidak mau berbicara mungkin tidak akan pintar seperti ini. Ketika meraka mulai bicara kemudian mendengarkan dan diperbolehkan berbicara, terjadilah dialog hingga menjadi komunikasi yang apik. Kemudian, mulailah ketagihan apabila Mbah Kung tidak ada, karena dirasa ada sesuatu yang hilang. Dan akhirnya merindukan mbah kung walau berawal bukan siapa-siapa, hanya mendengarkan tapi di ujung orang merindukan,” ujar Budi Sulistyo, saat berada di kediaman, Rabu (17/2).

Baca Juga :  Operasi Sikat Semeru 2020 : Polres Magetan Tangkap 18 Tersangka Selama 2 Pekan

Selain itu, Mbah Kung juga menceritakan masa-masa nostalgia dengan para awak media. Menurutnya, sangat teringat betul dengan Media pada saat Ulang Tahun. Karena telah di prank oleh Wartawan dengan aksi hantam-hantaman sesame wartawan. Hal itu menunjukkan kedekatannya dengan Media Pers di Kabupaten Ngawi.

“Waktu itu, ketika menghajar ada di depan saya, hingga saya emosi. Padahal sesama teman Wartawan bertengkar, dan ini saya sangat ingat betul,” paparnya.

Diakhir wawancara, Mbah Kung berpesan, jadilah wartawan professional untuk bersama-sama membangun Kabupaten Ngawi menjadi lebih maju dan sejahtera. “Jadilah dewasa dan professional, mana yang bermanfaat untuk pembangunan Ngawi dan mana yang hanya berita sensasi,” pugkasnya. (Endik/Redk)

 7,458 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!