UA-163642268-1

Shalat Jumat Berjamaah, Wakapolres Ngawi Sosialisasikan Himbauan Ibadah Idul Fitri 1442 H


ARYA-MEDI | NGAWI – Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Ngawi, ada yang berbeda dalam pelaksanaan Shalat jum’at kali ini. Pasalnya, jajaran Kepolisian Resort (Polres) Ngawi, melakukan sosialisasi himbauab Mendagri tentang Ibadah Hari Raya Idul Fitru ke masjid masjid dan mushola mushola yang berada di wilayah hukum Polres Ngawi. Jumat (07/05/2021).

Wakapolres Ngawi, Kompol Inggal Widya Perdana, kepada Jamah Masjid Agung Baiturrahman Ngawi menyampaikan Surat Edaran Bupati Ngawi Nomor : 451/097/404.013/2021 tentang pelaksanaan Kegiatan Ibadah pada Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H tahun 2021 M.

Ditemui usai pelaksanaan kegiatan, Kompol Inggal Widya Perdana mengatakan, sosialisasi ini sebagai tindak lanjut dari himbauan Menteri Dalam Negeri RI, Menteri Agama RI dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ngawi.

Baca Juga :  Update News : Pasien Covid-19 Bertambah 4 Orang, 1 Warga Magetan Meninggal Dunia

“Himbauan tersebut, terkait pelaksanaan Ibadah pada Hari Idul Fitri Tahun 1442 H / 2021 M di masa pandemi Covid-19,” kata Inggal Widya Perdana, Jumat (7/5).

Menurut Inggal, hal ini dimaksudkan untuk menekan peningkatan kerumunan, yang bisa berdampak pada percepatan penularan Covid-19. Sehingga akan berdampak pada meningkatnya jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Ngawi,” jelasnya

Baca Juga :  Sambut HUT Ke-75 Bhayangkara, Polres Ngawi Ziarah ke Makam Pahlawan

Adapun yang disampaikan Wakapolres Ngawi, terkait beberapa himbauan tentang pelaksanaan ibadah Sholat Idul Fitri di masa Pandemi tahun 2021;

  1. Pelaksanaan shalat Idul Fitri tidak diperbolehkan dilaksanakan di daerah zona merah (resiko tinggi) dan zona orange (zona sedang), tetapi hanya dapat diperbolehkan dilaksanakan di daerah zona hijau (zona aman) dan zona kuning (zona rendah). Adapun penetapan daerah zona berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat.
  2. Untuk menghindari kerumunan jamaah yang lebih banyak, maka pelaksanaan shalat Idul Fitri tidak boleh terkonsentrasi di salah satu Masjid, tetapi dapat dilaksanakan di masing-masing Masjid dan Mushola setempat dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat serta tidak diperkenankan melaksanakan shalat Idul Fitri di lapangan atau tempat terbuka.
  3. Para Kbotib supaya mempersingkat khutbahnya dengan tetap memperhatikan kesempurnaan syarat dan rukunnya dengan materi khutbah mengedepankan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan, nilai-nilai kebangsaan dalam NKRI melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat. (Endik)

 432 total views,  4 views today

Baca Juga :  Telaga Sarangan Buka 22 Juni Mendatang, Berlaku Bagi Tempat Wisata Dengan SOP Protokol Kesehatan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!